|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Saturday, 04 September 2010 |
|
Saatnya Beri’tikaf bukan Bertapa  I’tikaf disunnahkan tidak hanya di bulan Ramadhan saja, ia juga bisa dilakukan pada bulan-bulan lain. Hanya saja ketika dalam bulan Ramadhan anjuran I’tikaf lebih ditenkankan lagi, terutama di sepuluh hari terakhir pada bulan suci tersebut. Dalam sebuah hadits dijelaskan. Aisyah berkata, “Apabila Rasulullah memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau menghidupkan malamnya, membanngunkan keluarganya, mengencangkan ikat pinggangnya (meningkatkan ibadahnya dan menjauhi isterinya).” (HR. Muslim, no. 2008, Bab I’tikaf). |
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Thursday, 02 September 2010 |
|
Perbedaan Antara Bertapa Dan Beri’tikaf  Kalau kita memperhatikan pengertian I’tikaf dari sisi bahasa, maka kita akan menjumpai beberapa persamaan antara I’tikaf dengan bertapa. Tapi kalau kita memperhatikannya dari sisi syari’atnya, maka sungguh berbeda antara I’tikaf dengan bertapa, meskipun sebagian orang yang melakukan pertapaan merasakan hasil yang mirip dengan hasil yang dicapai oleh orang yang beri’tikaf. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Thursday, 02 September 2010 |
|
Antara Bertapa dan Beri’tikaf  Sebagian orang muslim yang suka bertapa atau bersemadi di tempat-tempat yang sunyi, terpencil atau yang beraroma keramat dan angker, atau tempat yang jauh dari keramaian dan kebisingan, mendasarkan perbuatan mereka atas perbuatan yang pernah dilakukan Rasulullah SAW. bahwa Rasulullah SAW. semasa hidupnya juga suka bertapa di goa Hiro’. |
|
Last Updated ( Thursday, 02 September 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Wednesday, 01 September 2010 |
|
 Bertapa ada persamaannya dengan ber-I’tikaf, walaupun ada juga perbedaan antara keduanya. Sampai sekarang masih. Banyak orang-orang lslam di negeri kita ini yang melakukan lelaku bertapa atau semedi. Berdiam diri di tempat-tempat yang dianggap keramat atau angker. Entah itu karena perintah guru spiritualnya, atau karena inisiatif sendiri. Bahkan ada juga yang bertapa atau bersemedi di tempat-tempat tertentu karena telah mendapatkan bisikan ghaib untuk melakukan lelaku tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Written by DR. Atabik Luthfi, MA
|
|
Monday, 30 August 2010 |
|
Memaknai Kembali Ayatus Shiyam Oleh : DR. Atabik Luthfi, MA
 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 183) Merupakan satu rahmat Allah bahwa Ayatus Shiyam, yaitu ayat-ayat yang berbicara tentang puasa dalam berbagai pembahasannya dapat dengan mudah ditemukan karena berada pada satu surah secara berurutan di dalam surah al-Baqarah dari ayat 183 hingga ayat 187. Dan ayat di atas merupakan ayat perama yang menjadi landasan qath’i atas kewajiban puasa bagi seluruh umat lslam. |
|
Last Updated ( Monday, 30 August 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 1 - 8 of 141 |