|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Friday, 20 April 2012 |
|
Penampakan Jin di Era Rasulullah 1. Di Darun Nadwah Ketika para tokoh kafir Quraisy berkumpul di Darun Nadwah (gedung parlemen mereka), iblis menyusup dan menjelma sebagai seorang tokoh besar dengan baju kebesarannya. Saat mereka melihatnya, mereka pun bertanya: “Siapakah Anda?” ia menjawab, “Saya Syekh (tokoh) dari kota Nejed. Saya mendengar kalian telah bersatu, karena itulah saya hadir ke sini untuk agar kalian tidak kehilangan pendapat dan nasehat saya.” Mereka antusias menyambutnya; “Ya silahkan masuk.” Iblis pus masuk bersama mereka lalu berkata, “Perhitungkanlah keberadaan lelaki itu (Muhammad). Demi Allah, sepak terjangnya tak akan bisa kalian bending …” (Sirah Ibnu Hisyam: 2/94 dan Tafsir Ibnu Katsir: 2/379)
|
|
Last Updated ( Friday, 20 April 2012 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Friday, 13 April 2012 |
|
Jin Bisa Ditangkap Kamera? “Waktu saya melihat tayangan alam ghaib, dalam tayangan tersebut dengan jelas terlihat gambar penampakan jin yang berhasil ditangkap kamera. Waktu itu berupa gumpalan asap putih di tengah kegelapan malam di sekitar lokasi syuting. Saya percaya bahwa itu adalah wujud jin, karena pihak televise sendiri telah memberikan garansi bahwa apa yang terlihat itu bukan rekayasa atau permainan kamera”, begitulah kata Asep seorang pelajar salah satu SMA negeri di Jakarta saat bercerita kepada teman-temannya seputar tayangan televisi yang dilihatnya semalam.
|
|
Last Updated ( Friday, 13 April 2012 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Friday, 09 March 2012 |
|
5 Tindakan Menghadapi Penampakan Berikut ini tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh seorang muslim, saat menghadapi penampakan jin di sekitarnya. 1. Jangan Panik Seseram apapun syetan menampakkan diri dan mengganggu ketenangan kita, janganlah takut atau panik, apalagi sampai histeris dan kalut tidak bisa mengendalikan diri. Biasanya orang yang dalam kondisi seperti itu, sulit untuk berpikir jernih. Sering tidak tepat dalam mengambil tindakan atau mencari solusi dari permasalahan. la tidak ingat lagi dengan rambu-rambu agama, segala cara akan ditempuh dan dijalani agar masalahnya selesai. Termasuk mendatangi dukun atau orang pintar, minta jimat atau pusaka, amalan atau gembolan untuk mengusir penampakan syetan yang membuatnya ketakutan.
|
|
Last Updated ( Friday, 09 March 2012 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Friday, 09 March 2012 |
|
Jin Bisa Menampakkan Diri Jin adalah mahkhluk Allah yang diciptakan dari api dan keberadaanya tidak terlihat oleh mata manusia, makanya ia dinamakan jin. Asal bahasa kata jin berarti sesuatu yang tersembunyi atau tertutup. Oleh sebab itu Allah berfirman, “Sesungguhnya ia dan pengikutpengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang karnu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27). Namun Allah memberinya kemampuan sehingga ia bisa menampakkan diri dan menyerupai sesuatu yang akhirnya bisa dilihat manusia. La bisa menyerupai rupa manusia atau hewan. Hanya saia ia tidak bisa menyerupai rupa Nabi Muhammad. Rasulullah bersabda, “.. .. Syetan tidak akan bisa menyerupaiku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
|
|
Last Updated ( Friday, 09 March 2012 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Thursday, 12 January 2012 |
|
Syetan Hadir Saat Sakaratul Maut “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang selalu kamu lari daripadanya.” (QS. Qaf: 19) Rasulullah SAW di akhir hayatnya pernah memohon pertolongan kepada Allah untuk menghadapi godaan syetan saat sakaratul maut serta kepedihan proses keluarnya ruh. Do’a beliau, “Ya Allah, tolonglah saya untuk mengahadapi sakaratul maut.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah). Itulah do’a Rasulullah untuk menghadapi sakaratul maut.
|
|
Last Updated ( Thursday, 12 January 2012 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Thursday, 22 December 2011 |
|
Kalau Mati, Jangan Membawa Dosa Syirik Dosa yang paling besar dan tidak terampuni adalah dosa syirik. Apabila sesorang melakukan kesyirikan lalu mati sebelum bertaubat, maka Allah tidak akan mengampuninya. Tapi jika ia segera bertaubat sebelum sekarat, maka Allah akan mengampuninya. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari syirik itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an-Nisa’: 48).
|
|
Last Updated ( Thursday, 22 December 2011 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Thursday, 22 December 2011 |
|
Bertaubat Sebelum Sekarat “ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”. (QS. Ali Imran: 189) Setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, ada yang mati saat ia dalam kandungan, ada yangketika baru dilahirkan. Ada yang mati saat di usia anak-anak, ada yang masih belia, remaja dan dewasa. Dan banyak pula yang mati di usia senia atau tua. Semua itu telah ditentukan kadarnya oleh Allah ta’ala.
|
|
Last Updated ( Thursday, 22 December 2011 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by DR. Attabik Luthfi, MA
|
|
Thursday, 27 October 2011 |
Membangun Keshalehan Individu dan Sosial Oleh : DR. Atabik Luthfi, MA “Hai orang-orang yong beriman, ruku’lah kamu, sukudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj:77) Ayat ini merupakan ayat kedua terakhir dari surah yang unik dan istimewa, surah al-Haji. Dikatakan surat yang unik karena sebagian ulama tafsir menggolongkan surat ini ke dalam kategori Surah Makkiyah, namun sebagian yang lain malah se baliknya menggoIongkannya ke dalam kategori Surah Madaniyah. Surah ini juga unik karena di dalamnya terdapat dua ayat sajdah, yaitu ayat 18 dan ayat ini, seperti yang difahami dari sebuah riwayat dari Uqbah bin Amir, “Keutamaan surah al-Hajj adalah karena terdapat dua ayat saidah padanya. Barangsiapa yang tidak bersujud pada keduanya, maka janganlah ia membaca surah ini.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).
|
|
Last Updated ( Thursday, 27 October 2011 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Thursday, 13 October 2011 |
|
Islam yang Dirindukan Unik. Disatu sisi terlihat masyarakat ini acuh terhadap agamanya. Berontak dan tidak mau diatur dengan aturan Islam yang sesungguhnya. Mereka selalu mencari pembenaran dan bukan kebenaran. Hal ini ditambah dengan label-label buruk yang disematkan oleh musuh Islam terhadap Islam. Agama yang berlaku diskriminatif terhadap wanita. Agama yang mengajarkan kekerasan dalam rumah tangga. Agama yang melahirkan teroris. Agama zaman padang pasir. Dan sebagainya.
|
|
Last Updated ( Thursday, 13 October 2011 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Thursday, 29 September 2011 |
|
Istighfar Bagian Dari Taubat Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesaahan -kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawah-nya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. at-Tahrim: 8).
|
|
Last Updated ( Thursday, 29 September 2011 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Tuesday, 21 June 2011 |
|
Istighfar Bukan Sekadar di Bibir Semua manusia berpotensi untuk melakukan kesalahan, kesalahan besar atau kecil. Potensi itu juga berlaku untuk para nabi dan rasul, karena mereka juga manusia. Hanya saja, para nabi dan rasul itu punya pengontrol ketat dan cermat, yaitu Allah. Sedikit saja mereka melakukan kesalahan, saat itu juga Allah menequr dan mengingatkannya. Dan fasilitas itu tidak kita miliki, sebagai manusia biasa.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 21 June 2011 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Wednesday, 08 June 2011 |
Astaghfirullah, Bukan Astaga Tentunya kita masih ingat akan sinetron yang isinya diambil dari kisah nyata Majalah Ghoib pada rubrik kesaksian. Cerita kegigihan anak-anak manusia yang hidup di jagat raya ini untuk melawan tipudaya syetan jin dan syetan manusia, yang diberi judul Astaghfirullah. Meskipun sinetron tersebut sudah tidak diproduksi lagi, masih banyak kaum muslimin negeri ini yang mengungkapkan kekecewaannya atas dihentikannya sinetron tersebut melalui Majalah Ghoib.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 08 June 2011 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
| Results 1 - 17 of 104 |