Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- Saya Gagal Dakwah dengan Cara Perdukunan
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
- Wiridan Dua Juta Kali?
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
| 15 Ibadah Unggulan di Bulan Ramadhan (bagian 3) |
|
|
|
| Written by Ghoib Ruqyah Syar’iyyah | ||||||||
| Monday, 24 August 2009 | ||||||||
|
15 Ibadah Unggulan di Bulan Ramadhan (bagian 3) 11. Beribadah di Lailatul Qadr Malam Lailatul Qadr adalah malam yang istimewa, Allah SWT mengistimewakannya dengan memberikan pahala yang nilainya lebih baik daripada 1000 bulan bagi yang beribadah di malam itu. Rasulullah SAW sendiri sangat getol untuk memperoleh keutamaan malam mulia tersebut. Beliau mengajak istri dan keluarganya serta para shahabatnya untuk berlomba-lomba mendapatkan keutamaan Lailatul Qadr. Dan media yang mereka pakai untuk menjaring Laikatul Qadr adalah beri'tikaf di Masjid. Oleh karena itu ibadah di malam tersebut kita pilih menjadi ibadah unggulan di bulan Ramadhan.
Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beribadah di Lailatul Qadr (malam kemuliaan) karena iman dan ikhlas, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah berlalu." (HR. Bukhari, no. 1875 dan Muslim, no. 1268). 12. Umroh Bagi kaum muslimin yang diberi limpahan rizki oleh Allah SWT, sehingga mencukupi kebutuhan hidupnya dan bahkan lebih, maka umroh di bulan Ramadhan bisa dijadikan sebagai ibadah unggulan. Di samping untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang diterima juga untuk meraih Ridho-Nya, umroh di bulan Ramadhan mempunyai banyak keutamaan dibanding umroh di bulan-bulan lainnya. Di antaranya, adalah nilainya sama dengan ibadah haji bersama Rasulullah SAW. Ibnu Abbas berkata, Rasulullah pernah berkata kepada seorang wanita dari Anshar yang bernama Ummu Sinan, "Umroh di bulan Ramadhan nilainya sama dengan ibadah haji atau ibadah haji bersamaku." (HR. Bukhari, no. 1657 dan Muslim, no. 2202). Lalu bagaimana dengan kaum muslimin yang kurang mampu atau tidak mampu untuk berumroh di bulan Ramadhan? Bagi mereka yang tidak mampu umroh di bulan Ramadhan, kerjakanlah ibadah berikut ini. Karena nilainya sama dengan haji dan umroh. Rasulullah menegaskan, "Barangsiapa shalat Shubuh berjamaah, lalu duduk di masjid/mushalla seraya berdzikir sampai terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umroh sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi, no. 535 dan dinyatakan hadits hasan gharib)
13. Membantu Orang Lain Dalam bulan Ramadhan kita didik untuk memiliki rasa empati dan simpati kepada sesama dengan porsi lebih banyak lagi. Dengan puasa yang kita lakukan setiap siang, kita bisa merasakan mereka yang sering merasakan perihnya rasa lapar karena kurangnya makanan. Dengan bangun malam untuk shalat atau sahur, kita bisa merasakan betapa beratnya mata untuk tetap melek, dan kondisi itu dirasakan oleh mereka yang setiap hari harus banting tulang dari sebelum Shubuh sampai tengah malam, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Alangkah baiknya dalam bulan Ramadhan ini, rasa empati dan simpati yang ada kita wujudkan dengan memberi bantuan kepada sesama yang membutuhkan, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Kalau kita punya harta, kita bagi kepada mereka yang kekurangan. Kita beri buka puasa bagi yang berpuasa. Kita beri pinjaman bagi yang membutuhkan. Kita beri shadaqah bagi si fakir dan si miskin. Bagi yang tidak punya harta, tahanlah nafsu untuk tidak merugikan atau menzhalimi orang lain dalam mendapatkan harta. Bantulah mereka yang membutuhkan bantuan tenaga. Do'akan mereka yang ada dalam kesempitan. Ibnu Umar berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sesama muslim adalah saudara. Tidak boleh menzhalimi, menghina atau merendahkan satu sama lain. Barangsiapa memenuhi hajat/kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa memberi solusi seorang muslim dari kesulitannya, maka Allah akan memberikan solusi dan pertolongan untuknya dari kesulitan di hari kiamat." (HR. Bukhari, no. 2262). 14. Zakat dan Shadaqah Termasuk ibadah unggulan pada bulan Ramadhan adalah berinfaq, bershadaqah dan berzakat. Terutama shadaqah yang wajib, yaitu zakat mal dan zakat fitrah. Berilah pertolongan kepada mereka yang kekurangan dan membutuhkan bantuan, agar mereka bisa melaksanakan puasa dan ibadah di bulan Ramadhan dengan tenang, seperti yang kita rasakan. Bantulah mereka agar bisa merayakan hari raya I'dul Fitri sebagaimana manusia lain di sekitarnya. Itulah ibadah unggulan di bulan Ramadhan seperti yang Rasulullah SAW contohkan. Ibnu Abbas berkata, "Rasulullah adalah sosok yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan, saat beliau bertemu Malaikat jibril. Beliau ditemui Malaikat Jibril setiap bulan Ramadhan, untuk bertadarrus al-Qur'an. Sungguh, saat itu Rasulullah sangat dermawan, melebihi dermawannya tiupan angin." (HR. Bukhari, no. 5). Dalam riwayat lain. Ibnu Umar berkata, "Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah bagi orang laki-laki dan perempuan, orang merdeka dan budak, yaitu satu Sho' dari kurma atau gandum." (HR. Muslim, no. 611).
15. Berdo'a Bulan Ramadhan sering juga disebut sebagai bulan do'a. Dan pantaslah ibadah yang satu ini bila dijadikan amalan utama dalam bulan Ramadhan. Karena do'anya orang yang berpuasa sangat berpotensi untuk dikabulkan lebih cepat daripada do'anya orang yang tidak puasa. Dan dalam bulan Ramadhan hati seorang hamba sedang dekat-dekatnya kepada Allah SWT karena banyaknya ibadah yang dilakukannya dan berkurangnya maksiat yang dikerjakan. Dan pada bulan Ramadhan ada shalat tarawih yang masuk kategori shalat malam, berdo'a pada saat itu sangat istimewa nilainya di sisi Allah SWT. Begitu juga saat kita sahur dan berbuka puasa, do'a sangat tepat bila kita panjatkan. Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan khusyu' dan yakin dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan do'a yang dilantunkan oleh orang yang hatinya lalai dan 'main-main'." (HR. Tirmidzi, no. 3401 dan dihasankan Syekh al-Albani). Semoga kita semua diberi kesehatan dan kekuatan serta kesabaran oleh Allah SWT untuk memperbanyak ibadah dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan di bulan Ramadhan yang mulia ini. Semoga ibadah kita diterima oleh-Nya.
Ghoib Ruqyah Syar’iyyah
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||
| Last Updated ( Wednesday, 02 September 2009 ) | ||||||||
| < Prev | Next > |
|---|



















