Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- Saya Gagal Dakwah dengan Cara Perdukunan
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Wiridan Dua Juta Kali?
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
| Adab I’tikaf |
|
|
|
| Written by Ghoib Ruqyah Syar’iyyah | |
|
Adab I’tikaf Ada banyak keuntungan kita beri'tikaf di masjid yang menyelenggarakan program i'tikaf. Di samping memperkuat maknawiyah, juga menambah persaudaraan. TAK TERASA setahun telah berlalu. Kini, kita berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah. Sebuah kebahagiaan yang tiada terkira. Sudah seharusnya, kita bersyukur bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Tengoklah ke kiri dan ke kanan, lihatlah saudara dan teman-teman kita yang telah berpulang ke rahmatullah. Mereka tidak lagi merasakan indahnya kenangan di bulan Ramadhan. Bisa jadi, ini adalah Ramadhan kita yang terakhir. Bukankah tak seorang pun tahu, kapan ajal akan menjemputnya? Oleh sebab itu, jangan biarkan Ramadhan ini berlalu begitu saja. Tanpa ada rencana yang matang, apa yang harus kita kerjakan selama dan setelah bulan Ramadhan. I'tikaf adalah bagian dari rencana yang harus dipersiapkan. Meski tidak bisa melakukannya selama sepuluh hari terakhir, siang dan malam. karena satu dan lain hal. Tapi, jangan biarkan Ramadhan ini berlalu tanpa beri'tikaf. Walau hanya dengan memilih malam-malam yang ganjil. Agar lebih merasakan nikmatnya beri'tikaf. perhatikanlah beberapa adab i'tikaf berikut ini.
1. I'tikaf di Masjid Jami Beberapa tahun belakangan, masjid-masjid jami' yang menyelenggarakan I’tikaf bersama di sepuluh hari terakhir, mudah ditemukan berbagai tempat. Masing-masing memiliki program yang menarik minat para mu’takifin. Tidak ada salahnya, bila kita bergabung di salah satu masjid tersebut. Ada banyak keuntungan ketika kita beri'tikaf di masjid yang menyelenggarakan program i'tikaf. Di samping memperkuat maknawiyah, juga menambah persaudaraan. Bukan berarti tidak diperkenankan beri'tikaf secara sendiri-sendiri, asal masjid yang kita pergunakan untuk I’tikaf adalah masjid jami'. Yaitu masjid yang di dalamnya diselenggarakan shalat berjamaah lima waktu. Tapi kebersamaan itu akan melahirkan kekuatan dan semangat untuk terus larut dalam I’tikaf. Tidak mudah mengantuk, dan menyerah dengan dinginnya malam, lalu terkapar tak berdaya di lantai. Perlu diperhatikan, meski pada dasarnya I’tikaf boleh diselenggarakan di masjid mana saja, tapi jauh lebih utama, bila kita bisa melaksanakan i'tikaf di Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.
2. Memperbanyak Shalat, Dzikir dan membaca Al-Quran Mengingat diantara tujuan disyariatkannya I’tikaf adalah untuk mendapatkan kejernihan hati, membebaskan diri dari belenggu duniawi, serta merasakan betapa besar pantauan Allah kepada hamba-Nya. Kita pasrahkan diri kepadaNya dengan memperbanyak ibadah, mengharap ridha-Nya, menghiba rahmah-Nya, berlindung dalam naungan-Nya yang kokoh dari sergapan musuh manusia yang durjana. Oleh karena itu, apa yang kita lakukan ketika beri'tikaf juga mencerminkan wujud penghambaan kita kepada-Nya. Perbanyaklah shalat, dzikir dan tilawatul quran. Kita membaca al-Qur'an dengan merenungi maknanya, menghayati kandungannya, sehingga hati kita menjadi tenang. Jiwa kita tidak mudah terombang-ambing oleh kilauan duniawi. Karena kita memiliki tujuan yang jelas kemana harus melangkah. Sudah seharusnya, kita melangkah lebih jauh dengan tidak sekadar membaca al-Qur'an tanpa berusaha memahami artinya. Belum bisa memahami bahasa Arab dengan baik, bukan lagi menjadi kendala. Kini, al-Qur'an yang disertai dengan terjemahan bahasa Indonesia dengan mudah ditemukan. Renungi dan hayati, ayat demi ayat, maka desiran halus yang merayapi pori-pori akan mudah kita rasakan. Sekian banyak pelajaran akan berseliweran di otak kita. Hingga pada akhirnya tingkat keimananan kita terus merangkak naik. Jangan pula meremehkan kekuatan dzikir kala i'tikaf untuk menenangkan jiwa. Menghilangkan stres dan tekanan hidup yang kian menghimpit. Lantunkan dengan penuh perasaan berbagai lafadz dzikir, maka hawa sejuk akan merasuk ke dalam jiwa. Subhaanallaah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar adalah sebagian dari dzikir yang dilantunkan. Resapi maknanya. Satukan hati, pikiran dan lidah, maka apa yang dijanjikan Allah SWT, adalah suatu keniscayaan. "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah, hati menjadi tentram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
Ghoib Ruqyah Syar’iyyah
|
| < Prev | Next > |
|---|


















