Menu Content/Inhalt
Custom Search
Blok Artikel arrow Bahasan arrow Adab I’tikaf
125x125 Banner Square JagoanStore

Polling

Apakah Anda Mengalami Gangguan ini ?
 

Newsflash

ShoutMix chat widget
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday88
mod_vvisit_counterYesterday595
mod_vvisit_counterThis week1889
mod_vvisit_counterThis month4564
mod_vvisit_counterAll days234870
Members: 4104
News: 255
Web Links: 0
We have 23 guests online

Konseling

Pertanyaan
Jawaban

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

Adab I’tikaf PDF Print E-mail
Written by Ghoib Ruqyah Syar’iyyah   

Adab I’tikaf

Ada banyak keuntungan kita beri'tikaf di masjid yang menyelenggarakan program i'tikaf. Di samping memperkuat maknawiyah, juga menambah persaudaraan. TAK TERASA setahun telah berlalu. Kini, kita berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah. Sebuah kebahagiaan yang tiada terkira. Sudah seharusnya, kita bersyukur bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Tengoklah ke kiri dan ke kanan, lihatlah saudara dan teman-teman kita yang telah berpulang ke rahmatullah. Mereka tidak lagi merasakan indahnya kenangan di bulan Ramadhan. 

Bisa jadi, ini adalah Ramadhan kita yang terakhir. Bukankah tak seorang pun tahu, kapan ajal akan menjemputnya? Oleh sebab itu,  jangan biarkan Ramadhan ini berlalu begitu saja. Tanpa ada rencana yang matang, apa yang harus kita kerjakan selama dan setelah bulan Ramadhan.

I'tikaf adalah bagian dari rencana yang harus dipersiapkan. Meski tidak bisa melakukannya selama sepuluh hari terakhir, siang dan malam. karena satu dan lain hal. Tapi, jangan biarkan Ramadhan ini berlalu tanpa beri'tikaf. Walau hanya dengan memilih malam-malam yang ganjil.

Agar lebih merasakan nikmatnya beri'tikaf. perhatikanlah beberapa adab i'tikaf berikut ini.

 

1. I'tikaf di Masjid Jami

Beberapa tahun belakangan, masjid-masjid jami' yang menyelenggarakan I’tikaf bersama di sepuluh hari terakhir, mudah ditemukan berbagai tempat. Masing-masing memiliki program yang menarik minat para mu’takifin. Tidak ada salahnya, bila kita bergabung di salah satu masjid tersebut. Ada banyak keuntungan ketika kita beri'tikaf di masjid yang menyelenggarakan program i'tikaf. Di samping memperkuat maknawiyah, juga menambah persaudaraan. Bukan berarti tidak diperkenankan beri'tikaf secara sendiri-sendiri, asal masjid yang kita pergunakan untuk I’tikaf adalah masjid jami'. Yaitu masjid yang di dalamnya diselenggarakan shalat berjamaah lima waktu. Tapi kebersamaan itu akan melahirkan kekuatan dan semangat untuk terus larut dalam I’tikaf. Tidak mudah mengantuk, dan menyerah dengan dinginnya malam, lalu terkapar tak berdaya di lantai.

Perlu diperhatikan, meski pada dasarnya I’tikaf boleh diselenggarakan di masjid mana saja, tapi jauh lebih utama, bila kita bisa melaksanakan i'tikaf di Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.

 

2. Memperbanyak Shalat,  Dzikir dan membaca Al-Quran

Mengingat diantara tujuan  disyariatkannya I’tikaf adalah untuk mendapatkan kejernihan hati, membebaskan diri dari belenggu duniawi,  serta merasakan betapa besar pantauan Allah kepada hamba-Nya.

Kita pasrahkan diri kepadaNya dengan memperbanyak ibadah, mengharap ridha-Nya, menghiba rahmah-Nya, berlindung dalam naungan-Nya yang kokoh dari sergapan musuh manusia yang durjana.

Oleh karena itu, apa yang kita lakukan ketika beri'tikaf juga mencerminkan wujud penghambaan kita kepada-Nya. Perbanyaklah  shalat, dzikir dan tilawatul quran.  Kita membaca al-Qur'an dengan merenungi maknanya, menghayati kandungannya, sehingga hati kita menjadi tenang. Jiwa kita tidak mudah terombang-ambing oleh kilauan duniawi. Karena kita memiliki tujuan yang jelas kemana harus melangkah.

Sudah seharusnya, kita melangkah lebih jauh dengan tidak sekadar membaca al-Qur'an tanpa berusaha memahami artinya. Belum bisa memahami bahasa Arab dengan baik, bukan lagi menjadi kendala. Kini, al-Qur'an yang disertai dengan terjemahan bahasa Indonesia dengan mudah ditemukan.

Renungi dan hayati, ayat demi ayat, maka desiran halus yang merayapi pori-pori akan mudah kita rasakan. Sekian banyak pelajaran akan berseliweran di otak kita. Hingga pada akhirnya tingkat keimananan kita terus merangkak naik.

Jangan pula meremehkan kekuatan dzikir kala i'tikaf untuk menenangkan jiwa. Menghilangkan stres dan tekanan hidup yang kian menghimpit. Lantunkan dengan penuh perasaan berbagai lafadz dzikir, maka hawa sejuk akan merasuk ke dalam jiwa. Subhaanallaah, walhamdulillah,  wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar adalah sebagian dari dzikir yang dilantunkan. Resapi maknanya. Satukan hati, pikiran dan lidah, maka apa yang dijanjikan Allah SWT, adalah suatu keniscayaan.

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah, hati menjadi tentram." (QS. Ar-Ra'd: 28).

 

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

 

 

 

Comments
Add New Search RSS
slamet samuji   |118.97.17.xxx |2011-08-18 08:32:18
alhamdulillah, informasi yang saya cari saya temukan.
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >