Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
- Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Wiridan Dua Juta Kali?
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
| Astaghfirullah, Bukan Astaga |
|
|
|
| Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah | ||||||||
| Wednesday, 08 June 2011 | ||||||||
|
Astaghfirullah, Bukan Astaga Tentunya kita masih ingat akan sinetron yang isinya diambil dari kisah nyata Majalah Ghoib pada rubrik kesaksian. Cerita kegigihan anak-anak manusia yang hidup di jagat raya ini untuk melawan tipudaya syetan jin dan syetan manusia, yang diberi judul Astaghfirullah. Meskipun sinetron tersebut sudah tidak diproduksi lagi, masih banyak kaum muslimin negeri ini yang mengungkapkan kekecewaannya atas dihentikannya sinetron tersebut melalui Majalah Ghoib. Ada yang merasa dirinya atau keluarganya tercerahkan setelah melihat sinetron tersebut. Banyak juga yang baru mengenal terapi ruqyah syar’iyyah setelah melihat sinetron tersebut. Ada yang baru tahu kalau menggunakan jimat itu dilarang. Bahkan ada juga dukun yang bertaubat setelah menyaksikan salah satu episode dari sinetron Astaghfirullah. “Pokoknya Astaghfirullah telah menjadi menu tontonan wajib bagi keluarga saya,” kata salah seorang remaja melalui rubric SMS Majalah Ghoib. Dan kajian utama kita dalam edisi ini tidak membahas sinetron Astaghfirullah yang tiba-tiba jam tayangnya dihentikan. Dalam kesempatan ini, kajian utama kita akan membahas sesuatu yang punya korelasi kuat dengan judul sinetron tersebut, yaitu istighfar. Ya … istighfar adalah sebutan dari kalimat yang berbunyi Astaghfirullah. Kalimat yang tidak asing di telinga kita, kalimat yang telah banyak membasahi bibir kaum Mukmin, kalimat yang lazim diucapkan oleh setiap orang yang setelah shalat lima waktu. Kalimat yang sering dipelesetkan oleh anak-anak remaja zaman sekarang, terutama mereka yang ada di kota, dengan bunyi Astaga. Astaga tidaklah sama dengan Astaghfirullah, juga tidak sepadan dengan kata istighfar. Antara keduanya tidak ada kaitannya sama sekali, baik dilihat dari sisi fungsi atau arti. Astaga biasanya diucapkan saat terkejut, bukan karena bermaksud minta ampun kepada Allah. Fungsinya sebagai ungkapan keterkejutan atau keheranan. Sedangkan Astaghfirullah punya fungsi yang mulia dan suci. Bukan diucapkan saat terkejut atau heran, tapi diucapkan saat kita menyadari akan dosa-dosa yang telah kita lakukan, agar diampuni oleh Allah. Dan juga berfungsi sebagai kalimat dzikir, yang sudah seharusnya menjadi ucapan rutin kita dalam kehidupan sehari-hari. Arti dari Astaga kalau menurut Kamus Bahasa lndonesia adalah cakapan kependekan daripada Astagh-firullah (Kamus Umum Bahasa lndonesia: 86). Tapi menurut Majalah Ghoib, definisi itu sebenarnya tidak tepat. Karena sebutan yang tepat untuk Astaghfirullah adalah Istighfar, bukan Astaga. Sebagaimana Bismillahirrahmaniraahim disebut Basmalah, atau Alhamdulillahirabbil ‘alamin disebut Hamdalah dan yang lainnya. Dan arti yang sebenarnya dari Astaghfirullah yang berbahasa Arab tersebut adalah “Aku memohon ampunan kepada Allah”. Dan arti tersebut tidak akan terwakili sama sekali dengan rangkaian huruf Astaga, apalagi jika ditambah dengan Astaga Naga. Astagfirullah adalah bagian dari ungkapan taubat seseorang kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukannya, baik dosa besar maupun dosa kecil. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu meminta ampun (beristighfar) kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya ...” (QS. Hud: 3). Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidaklah seseorang yang telah berbuat dosa, lalu ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu ia shalat dua rakaat dan beristighfar (mohon ampun kepada Allah), kecuali Allah mengampuninya.” (HR. Tirmidzi, lbnu Majah dan Nasa’i dengan sanad yang shahih). Astaghfrillah juga merupakan ungkapan yang sangat ditakuti lblis dan anak buahnya. Kalau seseorang senantiasa memperbanyak istighfar, maka lblis akan berputus asa. Bagaimana lstighfar bisa menjadi penawar godaan lblis terhadap kita? Simak dan panteng terus kajian kita kali ini!
Ghoib Ruqyah Syar’iyyah Sumber : Majalah Ghoib Edisi 68/4
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||
| Last Updated ( Wednesday, 08 June 2011 ) | ||||||||
| < Prev | Next > |
|---|


















