Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
- Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Wiridan Dua Juta Kali?
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
| Malaikat itu Tentara Allah |
|
|
|
| Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah | ||||||||
| Wednesday, 27 April 2011 | ||||||||
|
Malaikat itu Tentara Allah Dewasa ini banyak media cetak yang menawarkan iklan kepada para pembacanya, terutama media yang bernafaskan mistik. lklan yang ditawarkan bukan sembarang iklan, tapi iklan yang menawarkan kepada pembaca untuk bisa memiliki pembantu atau pelayan. Pelayan yang ditawarkan pun bukan sembarang pelayan, tapi pelayan dari jenis makhluk ghaib, yaitu jin atau malaikat. Sebagian orang telah memahami bahwa bersekutu dengan jin atau syetan hukumnya haram, maka mereka takut dan tidak mau mengambil resiko. Tapi jika diielaskan bahwa yang dimakud dengan khadam itu bukan jin melainkan malaikat, maka banyak orang yang tergiur dengan iklan provokatif itu. Karena menurut pemahaman mereka malaikat adalah makhluk yang identik dengan kebaikan dan jauh dari kekufuran. Akhirnya mereka pun berusaha untuk bisa memiliki khadam yang diklaim sebagai malaikat tersebut, walaupun harus merogoh kocek yang lumayan besar. Di antara iklan-iklan provokatif tersebut adalah Batu Raja Sulaiman. Menurut si empunya salah satu khasiat dari batu tersebut adalah untuk menjadikan tubuh kebal senjata tajam, dan juga untuk melancarkan usaha serta menagih hutang dengan khadam malaikat. Harga batu yang ditawarkan pun variatif, ada yang berharga Rp 1.000.000, dan ada yang bernilai Rp 2.000.000, dan ada pula yang seharga Rp 3.000.000. Bahkan ada juga iklan yang menawarkan Aji ‘Malaikat Muqarrabin’ yang diyakini bisa menjadikan pemiliknya kebal senjata, berwibawa, tidak mempan disantet, selalu selamat dan beruntung. Harga yang ditawarkan lebih murah dari iklan sebelumnya, Yaitu Rp 295.000. Ada juga yang tidak berani terus terang bahwa yang ditawarkan itu adalah khadam malaikat. Hanya saja dia mengiklankan bahwa dia menyediakan khadam pendamping untuk membantu segala keperluan atau masalah. Khadam dihadirkan dari dalam tubuh sendiri, tanpa puasa, sesajen, tumbal atau perjanjian. Bukan setan, jin kafir atau black magic. Untuk semua agama dan calon pemilik harus datang langsung, hanya untuk kebaikan! Itulah sebagian dari iklan-iklan yang bertebaran di tengah masyarakat. Benarkah manusia bisa menjadikan malaikat sebagai khadam atau pelayan yang bisa disuruh kapan saja dan untuk apa saja? Apakah manusia bisa menculik malaikat lalu diiadikan sandra yang bisa diperintah dan dijadikan budak? Atau ritual-ritual yang dilakukan oleh manusia bisa mendatangkan malaikat, lalu malikat itu berkhidmah kepadanya serta melayani setiap keperluannya? Melindungi majikannya di kala terancam bahaya, atau membuatnya sakti kebal senjata serta mempermudah segala urusannya? Marilah kita mencari jawabannya dalam syari’at lslam. Siapakah malaikat itu? Menurut kamus besar Bahasa lndonesia, Malaikat adalah makhluk Allah yang taat, diciptakan dari cahaya, mempunyai tugas khusus dari Allah. (Kamus Besar Bahasa lndonesia: 705). Sedangkan DR. Umar Sulaiman al-Asyqar mendefinisikan Malaikat sebagai makhluk Allah yang bukan termasuk komunitas manusia atau jin. Mereka adalah makhluk yang mulia, sarat dengan kesucian, kebersihan dan kecemerlangan. Mereka mahkluk yang bertakwa, senantiasa menyembah Allah dengan sebaik-baik penyembahan. Mereka selalu melaksanakan semua perintah yang dibebankan Allah kepadanya, dan tidak akan bermaksiat kepada Allah selamanya. (Kitab ‘Alamul Malaikatil Abror: 7). Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, dan iin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian (tanah)”. (HR. Muslim). Malaikat-malaikat itu adalah tentara-tentara Allah sebagaimana yang diungkapkan al-Qur’an, “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri”. (QS. al-Muddatstsir: 31). Hanya Allah yang mengendalikan mereka. Tidak ada seorang pun manusia, termasuk para nabi dan rasul yang bisa memerintah atau melarang malaikat. Allah berfirman, “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. al-Qadr: 4). Malaikat tidak turun ke bumi kecuali dengan perintah Allah, bukan perintah manusia. Malaikat Jibril mengakui sendiri bahwa ia tidaklah turun kecuali atas perintah Allah. Ia berkata, “Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” (QS. Maryam: 64). Mereka diciptakan oleh Allah dan masing-masing mengemban tugas khusus dari-Nya. Ada yang tugasnya tidak berhubungan sama sekali dengan manusia. Seperti malaikat yang ditugaskan untuk menyangga Arsy, “Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS. al-Haqqah: 17). Ada juga yang tugasnya menjaga gunung, sebagaimana diceritakan Rasulullah SAW saat ada kaumnya yang tidak merespon seruan Rasulullah SAW, “Malaikat gunung mendatangiku dengan mengucapkan salam, lalu ia berkata: ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu, saya malaikat gunung. Dan Tuhanmu (Allah) telah mengutusku untuk mendatangimu, agar aku mengikuti apa yang kamu perintahkan, apa yang kamu inginkan. Kalau kamu mau, aku akan lemparkan dua gunung Mekkah kepada mereka.’ Rasulullah menjawab, ‘Tidak, yang aku inginkan adalah semoga Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ada juga malaikat yang ditugasi dengan tugas yang berhubungan dengan manusia secara langsung. Seperti mencatat amal manusia yang baik dan yang buruk, “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf: 18). Atau memohon ampunan untuk orang mukmin, “Malaikat-malaikat yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman ...” (QS. al-Mukmin: 7) Menyampaikan salam orang mukmin ke Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat-malaikat yang menelusuri bumi untuk menyampaikan salam umatku kepadaku.” (HR. Nasa'i, Hakim dan dishahihkan oleh al-Albani dan adz-Dzahabi). Sebagaimana ada juga malaikat yang ditugaskan untuk menjaga manusia, “Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga …” (QS. al-An’am: 61). Berdasarkan ayat tersebut, memang ada malaikat.yang ditugaskan Allah untuk menjaga manusia, tapi bukan menjadi khadam atau pelayannya. Yang memerintahkan mereka adalah Allah dan yang mengendalikan mereka juga Allah, bukan manusia. Allah berfirman, “Bagi manusia ada Mu’aqqibatun (malaikat-malaikat) yang selalu mengikutinya bergiliran, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. ar-Ra’d: 11). lbnu Abbas berkata, “Yang dimaksud dengan Mu’aqqibatun dalam ayat tersebut adalah malaikat-malai kat yang ditugaskan Allah untuk menjaga manusia di depan dan di belakangnya. Apabila ada sesuatu yang telah ditakdirkan Allah untuk menimpanya, maka para malaikat itu meninggalkannya.” (Tafsir al-Munir: 13/123). Bahkan Mujahid (murid lbnu Abbas) berkata, “Tidaklah seorang hamba kecuali baginya malaikat yang ditugaskan untuk menjaganya di saat tidur atau terjaga, menjaganya dari gangguan jin, sesama manusia dan binatang buas. Dan tidaklah sesuatu yang akan menimpa hamba tersebut kecuali malaikat itu mengingatkannya, kecuali kalau sesuatu itu telah ditaqdirkan Allah ilH untuk menimpanya.” (Tafsir lbnu Katsir: 503). DR. Wahbah az-Zuhaili berkata, “Ada dua malaikat yang menjaga manusia di depan dan belakangnya. Dan ada juga dua malaikat lain yang ditugaskan Allah untuk mencatat amal baik dan buruk manusia yang berada di samping dan kanan dan kirinya. Allah berfirman, “(Yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seseorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf: 17-18). Berarti bagi setiap manusia empat malaikat di waktu siang dan empat malaikat di waktu malam, mereka bergiliran. Dua bertugas untuk menjaganya dan dua mencatat amalnya. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah, “Para malaikat bergantian mengiringi kalian di malam hari dan di siang hari. Mereka berkumpul di waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Maka ketika (malaikat) yang berjaga di malam hari naik, Allah akan menanyai mereka (padahal Allah lebih tahu dari mereka), “Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?” Mereka menjawab, “Sewaktu kami datang, mereka lagi shalat. Dan sewaktu kami tinggalkan, mereka juga lagi shalat.” (HR. Bukhari). Dan di riwayat lain Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya ada (malaikat) yang tidak meninggalkan kalian kecuali saat di toilet dan ketika bersetubuh (dengan istri atau suami), maka malulah terhadap mereka dan hormatilah mereka.” (Tafsir al-Munir: 13/123). Memang ada malaikat yang selalu menyertai kita, dan yang mengendalikan mereka adalah Allah. Mereka bertugas atas perintah Allah, bukan perintah manusia. Kalau manusia ingin supaya mereka terus melindunginya serta membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi nya, hendaklah memohon kepada Allah. Dan cara memohon harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Kalau tidak, sesuai, syetan akan bermain. Bukan malaikat yang turun, tapi malah jin atau syetan yang datang. Malaikat adalah tentara Allah, bukan khadam manusia.
Ghoib Ruqyah Syar’iyyah SUmber : Majalah Ghoib Edisi 45/3
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||
| Last Updated ( Wednesday, 27 April 2011 ) | ||||||||
| < Prev | Next > |
|---|


















