Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
- Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Wiridan Dua Juta Kali?
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
| Peramal, Dari Jin Hingga Hanya Tebakan |
|
|
|
| Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah | ||||||||
| Tuesday, 04 January 2011 | ||||||||
|
Peramal, Dari Jin Hingga Hanya Tebakan lbnu Hajar menguraikan panjang lebar tentang kinerja para peramal dan bagaimana mereka mendapatkan bahan dan materi ramalan:1. Mereka mendapatkan informasi dari jin. Jin dan teman-temannya bahu-membahu dan panggul memanggul hingga mencapai posisi terdekat dengan langit yang sekiranya bisa mendengar suatu berita. Lalu berita itu disampaikan sambung menyambung antar mereka dengan menambah-nambahnya serta mencampurnya dengan ratusan kebohongan yang akan berakhir di telinga para peramal. Allah berfirman, “Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapatempat di langit untuk mendengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang (pasca diutusnya Muhammad), barangsiapa yang (mencoba) mendengarkan tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (QS. Al-Jin: 9). 2. Jin memberitahu para peramal sesuatu yang biasanya tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Ketidaktahuan itu bisa disebabkan oleh karena hal tersebut termasuk urusan ghoib, atau karena sesuatu tersebut berada di tempat yang jauh sehingga manusia terhalang untuk mengetahui hal tersebut. Padahal sebenarnya hal itu bukanlah sesuatu yang ghoib. 3. Para peramal menggunakan prasangka Atas dasar prasangka itulah para peramal mencoba menebak-nebak dan mereka-reka. Terkadang tebakan mereka tepat. lni dikarenakan Allah memberikan insting dan firasat yang kuat kepada sebagian orang. Walupun pada kenyataannya yang banyak terbukti adalah kedustaan dan ketidak tepatan tebakan mereka. 4. Para peramal bersandar pada pengalaman dan kebiasaan Seiring pengalaman panjang seorang peramal, dia mengantongi banyak kasus yang terjadi dan sebagiannya terulang. Kasus-kasus yang sudah berlalu itu dia amati dan pelajari. Sehingga ketika datang sebuah peristiwa yang sama atau mirip, dengan mudah dia mengeluarkan ramalannya. Kadang-kadang mereka menggunakan ilmu perbintangan berdasarkan letak dan konfigurasi binang-bintang di langit atau mengamati garis telapak tangan dan sejenisn;a. Peredaran dan letak binang adalah sesuatu yang mempunyai hitungan matematisnya. Mempunyai gerak yang tetap. Termasuk dalam poin ini ketika meraka membaca tangan atau guratan wajah. Hukum Meramal Keempat point diatas semuanya tercela menurut syariat lslam. Karena kalau peramal menggunakan jasa jin untuk menggulirkan hasil ramalan-ramalannya, maka itu adalah pernyataan yang lemah dan tidak valid. Karena jin itu berkarakter pembohong besar. Kalau sumber mereka pembohong, maka berita yang disampaikan pasti sarat dengan kebohongan. Adapun jika peramal itu menggunakan prasangka untuk menebak-nebak, maka setiap kita bisa melakukan hal itu dan tidak ada keistimewaan mereka sama sekali. Namanya juga tebakan, peluang salah dan benar selalu ada. Sama halnya jika para peramal itu menggunakan ilmu perbintangan atau astrologi. Lebih lengkapnya Demikian juga dengan garis telapak tangan atau guratan wajah. Ada beberapa garis tangan dan guratan wajah yang sama atau bermiripan. Dengan berdasarkan pengalaman terhadap garis tangan tertehtu dan letak tertentu dari bintang, maka ramalan yang sama pun dikeluarkan. Begitulah, bagaimana para peramal mengelabuhi para korbannya. lslam telah mengingatkan kita, maka jauhilah semua kegiatan ramal-meramal dan jangan mau ditipu lagi oleh para peramal.
Ghoib Ruqyah Syar’iyyah Sumber : Majalah Ghoib Edisi 12/2
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||
| Last Updated ( Tuesday, 04 January 2011 ) | ||||||||
| < Prev | Next > |
|---|



















