Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- Saya Gagal Dakwah dengan Cara Perdukunan
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
- Wiridan Dua Juta Kali?
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
| Rasulullah, Telah Dikenali Sebelum Dilahirkan |
|
|
|
| Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah | ||||||||
| Thursday, 25 February 2010 | ||||||||
|
Rasulullah, Telah Dikenali Sebelum Dilahirkan Bulan ini adalah Ra Terlepas dari permasalahan di atas, ada sisi keagungan Nabi yang sering dilewatkan oleh kaum muslimin, bahkan oleh mereka yang merayakan peringatan maulid ini. Barzanji yang dibaca dalam bahasa aslinya, Arab, tidak dipahami oleh kebanyakan hadirin yang nampak terpekur khusyu’. Keagungan Nabi diungkapkan dalam siroh beliau yang tak pernah kering walau telah berjilid-jilid ditulis. Dan ternyata, keagungan dan kehebatan itu bukan hanya ketika beliau hadir sebagai seorang Nabi. Sejak sebelum lahir beliau telah dikenal. Bukan saja dikenali secara sosok kepribadian yang mulia. Tetapi sampai wajah dan fisik beliau. Kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an memberitakan. Sehingga siapa saja yang membacanya telah mengenali betul. Maha benar Allah yang telah berfirman, “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan lnjil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.“ (Al-Baqarah: 46). lnilah satu-satunya anak manusia yang telah dikenali wajah dan fisiknya sebelum dilahirkan. Seperti pengakuan jujur Zaid bin Sa'yah, “Tidak ada yang tersisa dari tanda-tanda kenabian, kecuali aku telah mengetahui dari wajah Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam ketika aku melihatnya.” Demikian juga lbnu Juraij yang mengisahkan tentang penduduk Madinah yang bercerita tentang ahli kitab yang masuk lslam, mereka berkata: Demi Allah, kami lebih mengetahui dia (Muhammad) daripada anak-anak kami dari sisi sifat yang kami jumpai dalam alkitab. Adapun anak-anak kami, kami tidak tahu apa yang dilakukan oleh istri-istri kami. Salah satu ciri kenabian Rasulullah yang telah disebutkan dalam kitab Taurat dan lniil adalah tanda kenabian. Tanda itu berupa daging tumbuh sebesar telur burung dara di antara kedua pundak beliau. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah bersabda, “Tanda kenabian Rasulullah adalah (yang tumbuh) di antara dua pundaknya berwarna kemerahan seperti telur burung dara.” Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membaca kitab suci mereka, tahu betul bahwa Muhammad adalah Nabi dan Rasul. Kalaupun mereka tidak mengimani Muhammad sebagai Rasul, tetapi hakekatnya mereka tidak mensingkari kerasulan beliau, “Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakana itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang dzalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.” (Al-An’am: 33). Seharusnya Kita Lebih Kenal Rasulullah teladan kita. Manusia terbaik itu telah membuat musuh sekalipun mengakui kebesarannya. Bahkan mereka telah menulis tentang sejarah Nabi kita karena mengaguminya. Seperti Michael H. Hart yang menulis buku menempatkan Rasulullah sebagai manusia nomer satu dari 100 orang yang mampu merubah dunia. Kehebatan beliau juga mengundang mereka yang membenci lslam untuk mengkaji lebih jauh tentang sabda-sabda beliau. Walaupun dengan tujuan kejelekan. Yaitu untuk menghancurkan hadits-hadits Rasulullah. Seperti yang dilakukan oleh Snouck Horgronje yang menjadi otak kehancuran Aceh di zaman penjajahan Belanda. Dia adalah profesor di Universitas Laiden, Belanda. Ketika itu menugaskan beberapa murid pilihannya untuk menyusun hadits-hadits Nabi, sehingga dengan mudah mereka mendapatkan hadits yang mereka inginkan. Dalam delapan jilid kitab besar, dengan sangat mudah ketika kita hafal sepenggal kata saja dari hadits Nabi, mendapatkan hadits itu di kitab-kitab hadits. Sehingga kitab itu meniadi salah satu rujukan bagi para mahasiswa agama sampai hari ini. Rencana yang mereka susun justru mendatangkan kebaikan bagi lslam. Mereka mempunyai makar tetapi maker Allah jauh lebih hebat. Musuh lslam menjadi lebih tahu tentang sejarah hidup Rasul kita dan sabda-sabda beliau. Padahal beliau adalah teladan kita yang tanpa mengetahui sejarah beliau, tidak mungkin kita bisa meneladani beliau dalam kehidupan kita. Anak-anak generasi lslam lebih mengenal tokoh-tokoh yang menjerumuskan daripada ketokohan Rasul mereka. Tidak banyak yang mereka ketahui. Hanya beberapa hal yang tidak merubah akhlak dan ibadah mereka. lni adalah kesalahan sekolah pertama anak-anak, yaitu rumah. Wajar saja anak tidak tahu Nabinya yang hebat, karena sebelum tidur tidak ada cerita kepahlawanan Rasulullah yang bisa diceritakan oleh ayah ibunya. Sang ayah dan ibu juga tidak tahu banyak tentang sejarah Rasulullah. Yang ada di depan mereka adalah komik dan tayangan Telivisi. Akhirnya mereka pun menggeser keteladanan dari Rasulullah kepada tokoh yang mereka jumpai. Karena sesungguhnya seseorang selalu mempunyai tokoh yang diteladani. Ketika tokoh yang benar tidak sampai kepada mereka, maka pasti anak-anak kita akan mencari penggantinya. Setelah itu mereka mencoba untuk meniru A sampat Z teladannya itu. Dari kepribadian hingga cara berpakaian dan bicara. Kalau salah, hancurlah mereka. Selain rumah, sekolah formal juga lkut mempunyai andil kesalahan. lni jelas tugas lembaga pendidikan, Departemen pendidikan dan Departemen agama. Kurikulum agama sedikit sekali. Sudah begitu, pelajaran sejarah Rasul hampir tidak ada. Dari tingkatan ke tingkatan berikutnya hamper tidak ada yang baru. Akhirnya generasi lslam hanya mengenal sesuatu yang tidak merubah akhlak mereka. Bukankah kalau disebut Rasulullah yang diketahui generasi kita hanya nama beliau, nama ibu, ayah, kakek, paman dan keponakan beliau, kapan beliau dilahirkan. Padahal itu hanya kelengkapan sejarah. Sekali lagi tidak mempengaruhi perubahan akhlak. Apalagi yang diingat anak kita semuanya adalah ahli neraka. lbunya, ayahnya dan pamannya yang sering disebut yaitu Abu Thalib juga ahli neraka. Mengapa bukan Hamzah sebagai pemimpin para syuhada' yang disebut ketika disebutkan kata paman Rasul. Pantas saja generasi ini rusak. Karena mereka jauh dari sejarah keemasan generasi lslam dulu. lmam Malik pernah berkata, “Umat ini tidak akan pernah baik sebelum diperbaiki dengan cara generasi awal diperbaiki.” Memang, seharusnya kita lebih mengenal Rasul kita.
Ghoib Ruqyah Syar’iyyah
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||
| Last Updated ( Thursday, 25 February 2010 ) | ||||||||
| < Prev | Next > |
|---|



















