Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
- Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Wiridan Dua Juta Kali?
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
| Bisnis Terpuruk Setelah Melakukan Kemaksiatan |
|
|
|
| Written by Ust. Ahmad Sadzali, Lc | ||||||||||||||||||||
| Monday, 23 May 2011 | ||||||||||||||||||||
|
Bisnis Terpuruk Setelah Melakukan Kemaksiatan Assalamu’alaikum Wr. Wb Pak Ustadz yang saya hormati, sebelumnya mohon maaf. Saya ceritakan dulu tentang sedikit perjalanan hidup saya. Mulanya saya kenal seorang wanita, tadinya biasa saja layaknya seorang teman. Namun dalam perjalanan selanjutnya, saya khilaf dan terjerumus pada lembah kemaksiatan. Semenjak itu kondisi bisnis saya mulai kacau hingga terputuk. Alhamdulillah, Allah masih sayang sama saya dengan membukakan mata hati saya yang telah tertutup. Sungguh saya menyesali akan kesalahan saya dan saya benar-benar bertaubat kepada Allah. Saya mulai melakukan shalat dan menghindar dari kemaksiatan. Semenjak itulah usaha saya mulai bangkit kembali. Saya telah melakukan ruqyah tiga kali. Tapi godaan-godaan untuk kembali pada masa lalu yang gelap bermunculan. Rasa malas atau kantuk saat saya mau beribadah, membaca al-qur’an tidak kunjung hilang. Saya ingin rasa mala situ hilang dari diri saya. Mohon diberikan penjelasannya, dan atas semuanya saya ucapkan banyak terima kasih. Wassalam AA. Bumi Allah
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh Saudara AA, pembaca dan pecinta Majalah Ghoib semoga selalu dalam lindungan Allah. Manusia diciptakan oleh Allah untuk saling mengenal. Allah berfirman, 13. “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13) lslam telah mengatur bagaimana pola hubungan manusia dengan robb-nya, manusia dengan makhluk lainnya, manusia dengan sesama manusia termasuk berinteraksi dengan lawan jenis juga ada rambu-rambu yang harus diperhatikan, seperti Sabda Nabi SAW. “Janganlah seseorang laki-laki berduaan dengan wanita lain (khalwah) kecuali bersama dengan mahramnya.” (HR. Muttafaq iAlaih) Pertemanan layaknya muda-mudi sekarang secara logika akan menguras waktu tenaga dan pikiran. la harus luangkan waktu untuk jalan-jalan atau sekadar ngobrol dengan mengabaikan pekerjaan. Maka cepat atau lambat bisnisnya akan berantakan. Sekalipun sudah ada yang menangani pekerjaanya, namun kurangnya bimbingan dan dan pengawasan seorang pemimpin bisa mengurangi kualitas produksi dan mengurangi minat beli konsumen. Secara keimanan dosa bisa menutup dan dan menghalangi pintu rizki seseorang, baik dari sisi nominal maupun dari sisi keberkahannya atau dari dua sisi sekaligus. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya rizki seseorang terhalangi karena perbuatan dosa yang dilakukannya.” (HR. Ahmad, lbnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim). Apa yang sudah saudara lihat dan alami sendiri -bisnis Anda terpuruk karena dosa mudah-mudahan menjadi pengalaman berharga bagi Anda dan saudara yang lain yang membaca kisah ini. Dan nikmat Allah yang lain berupa menggeliatnya kembali bisnis karena kembali kepada jalan yang benar mudah-mudahan bisa menambah kesyukuran kita kepada Allah. Karena dengan bersyukur kepada-Nya akan ditambahkan nikmat-Nya untuk kita. Saudara AA, pembaca dan pecinta Majalah Ghoib semoga dalam lindungan Allah. Dalam kehidupan sosial, kita tidak mungkin hidup menyendiri, kita harus bergaul dan berinteralsi dengan orang lain. Bergaul dan berteman sudah menjadi sebuah keniscayaan. Dan agar kita tidak salah dalam bergaul, maka kita tidak boleh salah dalam memilih teman. Nabi bersabda, “Seseorang tergantung pada siapa siapa yang menjadi temannya. Maka hendaklah ia melihat siapa yang menemaninya.” (HR. at-Tirmidzi). Dalam kasus ini saudara AA begitu mudahnya menerima dan mengikuti tawaran temannya. Tanpa melihat terlebih dahulu seperti apa praktik yang dilakukan oleh orang yang ditujukkan temannya itu. Kasus seperti ini banyak terjadi, seperti yang diceritakan oleh pasien-pasien Ruqyah Syar’iyyah. Mari kia renungkan kembali sabda Nabi SAW, “Barang siapa yang datang kepada peramal, orang yang mengaku mengetahui yang ghaib untuk menanyakan suatu masalahnya maka empatpuluh malam tidak diterima." (HR Muslim) Mari kita berpikir dengan jernih sehingga tidak akan terulang kembali oleh kita maupun saudara muslim kita yang lain. Bagaimana seorang manusia mengaku mengetahui yang ghaib padahal Nabi saja tidak mengetahuinya. Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Aku (Nabi) tidak berkuasa menarik kemanfaatanbagi diriku dan tidak pula menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, maka aku akan memperbanyak kebaikan dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan..." (QS. al- A’raf: 188) Karena itu tidak boleh lagi kita salah dalam menyikapi sebuah permasalahan yang kita hadapi. Jangan sampai sikap kita justru membuat masalah menjadi panjang, bahkan mendapat murkaAllah. Apa yang saudara AA dapatkan berupa tuIisan-tulisan Arab itu tak lain adalah jimat, isim atau raiah. Tidak semua tulisan Arab itu dari al-Qur’an. Dan al-Qur’an tidak boleh dijadikan jimat. Nabi bersabda, “Barang siapa menggantungkan (membawa, menempel, atau menanam jimat, maka sungguh dia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh al-Albani) Saudara AA, pembaca dan pecinta Majalah Ghoib semoga selalu dalam lindungan Allah. Yang mesti kita sadari adalah keinginan dan kesungguhan kembali kepada jalan yang benar bukan berarti bebas dari hambatan, rintangan, dan gangguan. Karena Allah akan meguji kesungguhan kita, Allah berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan ; ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” ( QS. al-‘Ankabut: 2-3 ). Dan yang patut disyukuri adalah timbulnya penyakit malas yang disadari oleh orang yang dihinggapinya. Karena ada sebagian orang yang dihingggapi penyakit malas tapi ia merasa biasa-biasa saja dan tidak dianggap bahwa itu bagian dari penyakit yang juga membahayakan. Ruqyah yang telah dilakukan akan tidak banyak memberikan manfaat jika si pasien sendiri tidak mempunyai kemauan keras untuk melawan perasaan dan gangguannya. Kaidah menang kalah akan berlaku. Jika setelah ruqyah masih mengikuti perusaan malas, berat, maka ia kalah. Tetapi jika perasaan malas itu dilawannya seperti dengan perkataannya: ‘Wah ini gangguan syetan’ kemudian bangkit melawan dengan dzikir pagi-sore kemudian bangkit berwudhu dan membacanya, maka ia menang. Syetan tidak akan pernah berhenti menggoda manusia. Orang yang sudah niat untuk bertobat kembali ke jalan yang benar tidak otomatis bebas dari gangguan dan jeratannya. Bahkan ditengah jalan menuju kebaikan inilah banyak duri dan kerikil tajam menghadang. Karenanya ada diantara mereka yang tidak sabar kemudian kembali melakukan kesyirikan dengan mendatangi dukun dan peramal. Akhirnya setelah habis-habisan, baru lah ia sadar bahwa ruqyah syar’iyyah adalah solusi terbai k yang harus dijalaninya. Semoga Allah melindungi kita semua. Wallahu a’lam bis showab.
Akhmad Sadzali, Lc. Ghoib Ruqyah Syar’iyyah
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Monday, 23 May 2011 ) | ||||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|



















