Menu Content/Inhalt
Custom Search
Blok Artikel arrow Blok Artikel arrow Penanganan Pasca Ruqyah
125x125 Banner Square JagoanStore

Polling

Apakah Anda Mengalami Gangguan ini ?
 
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday66
mod_vvisit_counterYesterday498
mod_vvisit_counterThis week4330
mod_vvisit_counterThis month11001
mod_vvisit_counterAll days291346
Members: 5467
News: 263
Web Links: 0
We have 17 guests online

Konseling

Pertanyaan
Jawaban

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

Penanganan Pasca Ruqyah PDF Print E-mail
Written by Ust. Achmad Junaedi, Lc   
Tuesday, 01 February 2011
Penanganan Pasca Ruqyah 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya ingin menanyakan mengenai ruqyah, saya pernah mengantar teman saya untuk di ruqyah oleh pak ustadz. Sakitnya juga sudah kurang lebih 5 tahun. Berobat secara medis, tidak ada sakit. Dia dinyatakaan sehat.

Setelah kami ajak untuk diruqyah oleh ustadz, dia bilang badannya terasa sakit semua, dan saya coba untuk mengajaknya kembali untuk di ruqyah sama pak ustadz dia tidak mau, padahal dia belum sembuh, saya sangat khawatir karena dia sekarang sudah ketergantungan obat dari dokter spesialis syaraf dan phsykiater. Padahal dia bilang bahwa obat-obat dari dokter dan phsykiater tersebut tidak berpengaruh sama sekali terhadap sakitnya.

Kini ia makin hari keadaannya makin memburuk, sudah berhenti bekerja, tidak mau sholat juga tahajud dan mengaji. Padahal sebelumnya dia sangat rajin sholat dan mengaji, dia bilang sering dihantui mimpi buruk yaitu hanyut di sungai yang airnya sangat keruh. Setelah mimpi tersebut, dia akan timbul rasa sakit yang pindah-pindah dari leher terasa ditusuk sampai tembus ke tengkuk, badan terasa digarang, kaki terasa panas, dan lainlain. Ustadz kami mohon solusinya!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ratna Dewi T,

Pos Pengumben Jakarta Barat

Sample ImageJawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudari Ratna dan seluruh pembaca yang mudah-mudahan disayangi oleh Allah. Alhamdulillah ruqyah yang sesuai dengan syariat sudah mulai dikenal di masyarakat kita walaupun sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Namun keberadaannya mengalami pasang surut seiring dengan kuat serta lemahnya aqidah orang lslam.

Ruqyah yang sudah menjadi solusi umat lslam dalam menghadapi gangguan mahluk halus (jin, syetan) ini, merupakan salah satu metode penyembuhan dengan menitikberatkan kepada pemurnian aqidah. Semakin murni aqidah seseorang maka jin atau syetan semakin tidak berdaya untuk mengganggunya. Baik yang berupa bisikan dalam hati untuk mengajak berbuat yang mungkar, atau gangguan fisik berupa sakit di kepala, dada, perut dan anggota badan lainnya.

Janji Alah dalam suratAl-An’am ayat 82 begitu jelas. “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur imannya dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat pentunjuk”.

Jadi, ruqyah yang merupakan cara pengobatan yang Islami ini, harus juga diikuti oleh si pasien sendiri untuk lebih meningkatkan kualitas agamanya dari sisi aqidah (keimanan) dan ibadahnya, harus bertaubat dari dosa-dosa syirik (menyekutukan Allah) misalnya: bergantung kepada benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan tertentu, baik berupa senjata atau tulisan-tulisan di atas kertas atau lempengan-lempengan logam bahkan ada yang menuliskannya pada sepatu kuda. Benda-benda seperti itu harus dimusnahkan dari pasien ruqyah. Jika benda-benda itu masih dipegang, berarti dia masih belum bersih imannya.

Demikian juga, pasien harus meninggalkan amalan-amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW atau amalan-amalan bid’ah. Karena mengikuti sunnah Rosul itu, merupakan bentuk ittiba’ yang menjadi syarat diterimanya suatu amalan setelah amalan itu dilakukan dengan ikhlas. Tanpa dua syarat tersebut amalan itu sia-sia. Malahan syetan yang memang sejak awal ingin menyesatkan manusia dia akan berperan member semangat kepada pelakunya bahkan akan memberi bantuan kepadanya, bisa berupa pelayanan kepada orang tersebut sehingga memiliki keistimewaan dimata orang lain dengan bermacam-macam namanya. Ada untuk perlindungan, pengasihan, kekuatan, dan lain-lain.

Jadi untuk semua yang pernah diruqyah agar menjaga kondisi keimanannya dan terus memahami bentuk-bentuk tipu daya syetan, serta beristiqomah (konsisten) menjalankan ibadah-ibadah wajib dan sunnahnya sesuai dengan tuntunan syariat lslam, berdzikir sesuai yang telah diajarkan Rasulullah, baik pada waktu pagi atau sore, menghafal doa-doa perlindungan yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits.

Saudari Ratna, mengenai menurunnya semangat sahabat saudari untuk beribadah bahkan meninggalkannya sama sekali, ini bukti nyata dan semakin menyakinkan kita bahwa penyakit yang dideritanya itu adalah penyakit non medis karena syetan yang ada dalam dirinya mencegahnya untuk sholat, mengaji, berdzikir dan tahajud. Syetan akan kepanasan manakala orang yang dia ganggu itu menjalan kan ketaatan kepada Allah. Termasuk juga penolakannya untuk meruqyah dirinya sendiri atau minta bantuan untuk diruqyah orang yang mampu melakukannya. Apalagi ditambah dengan tanda-tanda lain bagi penderita suatu penyakit karena ganguan jin (syetan) berupa mimpi buruk.

Tapi jangan gentar menghadapi gangguan syetan dan pendukung-pendukungnya. Sebab, Allah telah menjelaskan dalam surat Faathir ayat 6 : “Sesungguhnya syetan musuh bagi kamu, maka jadikanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya ia mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka”.

Siapa pun kita, bila gentar menghadapi musuh, itu pertanda kekalahan sebelum bertanding. lngatlah sebesar apapun tipu daya dan sihir syetan, sejatinya adalah lemah. Didalam surat An-Nisa ayat 76 : “Orang- orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di jalan thoghut (syetan), maka perangilah pengikut syetan, sesungguhnya tipu daya syetan itu lemah”.

Walaupun tipu daya syetan itu lemah, tapi jika manusianya lebih lemah, maka dia yang akan mengusai manusia itu. lngatlah, bahwa setiap kejadian yang menimpa manusia itu adalah karena kehendak Allah, maka mohonlah pertolongan hanya kepada-Nya dan dengan cara yang diridhoi-Nya. Setelah kita berusaha dan belum nampak hasilnya bersabarlah, karena itu yang terbaik buat kita. Wallahu A’lam.

 

Achmad Junaedi, Lc.

Pimpinan Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Comments
Add New Search RSS
anisa   |110.139.22.xxx |2011-03-01 14:30:21
maaphsaya mau nanya alamat ruqyah di surabaya berada dimana?
makasih atas
waktunya saya tunggu balasannya.
Tutik Lasmi     |222.124.71.xxx |2011-03-07 22:13:20
Assalamualaikum. Wr. Wb.
Pak Ustadz, saya mau menanyakan anak saya sudah
menjalankan puasa senin-kamis dari kelas 4 sd, sudah 2 tahun ini anak saya
melaksanakan puasa sunnah nabi daud & tak lupa ikut dzikir di Masjid Muammar
Qadafy setiap awal bulan, umur anak saya 14 tahun. yang ingin saya tanyakan,
kenapa emosinya selalu meledak-ledak tanpa sebab ? setiap saya tanya disekolah
atau dirumah, tidak merasa ada masalah. pak ustadz, apakah ada yang aneh dalam
diri anak saya ? Apakah anak saya perlu di ruqyah ? kami mohon jawaban dari pak
ustadz.
Wassalamualaikum. Wr. Wb
Hamba Allah   |202.169.38.xxx |2011-03-23 13:50:59
Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokaatuh ..
Ustadz, kami memiliki masalah
dengan anak saya yang pertama yang sekarang sudah berusia 10 th (kelas 5 SD),
yakni kadang sering membantah isteri saya bahkan hingga isteri menangis, padahal
ia anak baik tetapi kalau lagi keluar 'sifat jelek' nya bisa bikin kami jengkel.
Walaupun bukan keluar kata-kata 'penghuni kebon binatang' tetapi tingkah lakunya
sangat tidak pantas terhadap orang tua. Kami mengajari mereka penyebutan
misalnya maaf 'anjing' misalnya dengan 'guguk' sejak mereka kecil. Apalagi insya
Allah saya bersama isteri mau berangkat haji jadi kami harus belajar lebih sabar
lagi dan kami tidak ingin ini jadi menambah dosa kami. Padahal kami di rumah
tidak membedakan cara mendidik anak-anak kami. Sedangkan anak kedua kami, dari
kecil hingga wafatnya tidak pernah sedikitpun membuat kesal kami. Anak kami yang
kedua telah diwafatkan Allah di bulan Agustus 2010 dalam usia 7 tahun ...
Hamba Allah  - lanjutan   |202.169.38.xxx |2011-03-23 13:55:56
7 tahun 3 bulan (bacaan terakhir Al-Qur'annya adalah surah 47).Anak kami yang
kedua, kami merasakan dia punya tanggung jawab dengan kewajibannya, contohnya
setiap waktu sholat masuk, ia langsung menegakkan sholat, baik di sekolah
ataupun di rumah. Walaupun anak pertama berbeda dengan anak kami yang kedua,
tetapi mereka tetap sholat 5 waktu. Mereka sudah mulai sholat 5 waktu di usia 4
tahun. Yang besar sudah hafal 1 juz (juz 30) di usia 7 tahun lalu dan sudah
hafal Al-Hasyr dan Ar-Rohman. Sedangkan adiknya sebelum wafat tinggal 4 surah
lagi juga hafal 1 juz (juz 30). Isteri saya tidak bekerja sehingga bisa lebih
fokus mengajari mereka dan saya pun tak kurang perhatian ke mereka. Anak-anak
kami alhamdulillah selalu berprestasi dalam belajar dari mulai TK rangking
pertama di kelasnya dari mulai kelas 1 SD. Mereka kami sekolahkan di sekolah
islam. Kegiatan mereka di rumah selain belajar dan mengaji adalah main
Playstation dan g...
Hamba Allah  - lanjutan 2   |202.169.38.xxx |2011-03-23 13:56:56
Playstation dan games di komputer. Dirumah, setiap hari selalu disetel radio
Ar-Rodja. Saya juga insya Allah setiap hari menyempatkan hafalan surat-surat,
saat ini sedang di juz 28.Kami tidak memberikan mereka bermain keluar rumah dan
kebetulan mereka juga tidak mau, kalaupun mau paling bersepeda dan badminton
bersama di hari minggu pagi. Selain prestasi di sekolah, banyak piala yang
diraih juga, seperti lomba dongeng, lomba hafalan surat2 pendek, lomba adzan dan
lainnya. Mereka sangat senang ikut lomba-lomba itu, jadi tidak ada keterpaksaan
sama sekali. Kalau sholat fardhu berjama'ah di masjid , mereka di shaf pertama
bersama para orang-orang tua (saya sholat di kantor). Maaf terlalu panjang
Ustadz, kami mohon nasehatnya Ustadz,apakah baiknya anak kami diruqyah ?
Jazakallah khairon katsitro Ustadz.Wassalamu'alaykum warohmatullohi
wabarokaatuh.[/quote]
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Tuesday, 01 February 2011 )
 
< Prev   Next >