Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- Saya Gagal Dakwah dengan Cara Perdukunan
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
- Wiridan Dua Juta Kali?
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
| Angka Sial Mengapa Harus 13? |
|
|
|
| Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah | ||||||||
| Monday, 01 March 2010 | ||||||||
|
Angka Sial Mengapa Harus 13? Katanya, angka Bila kita bepergian ke luar negeri dan menginap di hotel barangkali kita tidak menemukan kamar nomor 13 atau lantai tiga belas. Mereka ketakutan dengan tuah angka tiga belas yang katanya membawa sial. Behkan lotere di Italia dan Prancis pun tidak mencantumkan angka tiga belas. Lain pula ceritanya di Inggris, bila kita makan malam di hotel Savoy di London, dan kebetulan kita serombongan berjumlah tiga belas. Dengan serta merta, si manager hotel akan cepat-cepat mengeluarkan mascot dua kucing hitam yang didudukkan di kursi khusus, untuk menemani kita di meja makan. Biar yang makan jadi lima belas, kalau tidak, “Diyakini bahwa salah seorang dari tiga belas orang yang makan itu akan meninggal dalam waktu satu tahun,” ujar si manager hotel. Kematian, siapakah yang tahu kapan datangnya? Tentu, tidak ada yang tahu, sebab kematian termasuk rahasia yang hanya diketahui Allah dan sudah ditentukan waktu dan sebabnya. Angka tiga belas tidak hanya merugikan individu, bahkan juga Negara. Buktinya Amerika Serikat, Negara yang tidak percaya pada katanya mengalami kerugian minimal satu biliun dollar AS setahun. Akibat absenteisme, pembatalan perjalanan darat, udara dan laut, sambil memerosotkan kinerja ekonomi, industry dan bisnis pada setiap tanggal tiga belas. Apalagi, bila kebetulan jatuh pada hari Jum’at. Fakta ini bukan asal-asalan, tapi hasil penelitian Paul Hoffman, ahli psiko-sosiolog. Demikian besar kerugian yang seharusnya tidak terjadi, sebab kerugian ini hanya bersumber pada katanya. Sebenarnya, asal muasal keangkeran angka tiga belas tidak ilmiah sama sekali. Tapi, hanya sekedar reka-rekaan. Dengan alasan alam memiliki banyak sifat yang saling berlawanan, muisalnya siang-malam, panas-dingin dan seterusnya. Dari sini ditarik kesimpulan bahwa mewakili karakter manusia, misalnya angka 1 (satu) mewakili karakter yang aktif, kuat dan inovatif. Sebaliknya angka 2 (dua) untuk mereka yang pasif dan lemah. Begitu seterusnya hinga sampai angka dua belas, angka sempurna. Sedangkan, angka tiga belas adalah angka sial, karena lebih dari satu angka di atas angka sempurna. Sementara itu, orang China memiliki alasan lain. Bila angka tiga belas dijumlah maka hasilnya adalah empat. Empat Sie bila diucapkan dengan intonasi berbeda melahirkan makna yang berbeda pula yaitu empat dan mati. Dalam islam kepercayaan seperti ini jelas tidak dibenarkan. Keyakinan yang mengotori keimanan kepada takdir. Segala bencana tidak ada hubungannya dengan tempat dan waktu yang berkaitan dengan angka tiga belas. Sekali lagi ini adalah mitos. Sebab pada dasarnya semua dimensi waktu itu sama. “Tidak ada musibah yang terjadi kecuali atas izin Allah SWT.” (QS. At-Taghabun: 11). Karena itu hati-hatilah kepada segala hal yang berbau katanya. Jangan sampai iman kita terkotori kemusyrikan, hanya karena percaya pada hal-hal yang hanya katanya … Waspadalah!
Ghoib Ruqyah Syar’iyyah
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||
| Last Updated ( Monday, 01 March 2010 ) | ||||||||
| < Prev | Next > |
|---|


















