Menu Content/Inhalt
Custom Search
Blok Artikel arrow Katanya arrow Syetan Takut Sama Gunting?
125x125 Banner Square JagoanStore

Polling

Apakah Anda Mengalami Gangguan ini ?
 

Newsflash

ShoutMix chat widget
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday101
mod_vvisit_counterYesterday595
mod_vvisit_counterThis week1902
mod_vvisit_counterThis month4577
mod_vvisit_counterAll days234883
Members: 4104
News: 255
Web Links: 0
We have 22 guests online

Konseling

Pertanyaan
Jawaban

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

Syetan Takut Sama Gunting? PDF Print E-mail
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah   
Tuesday, 02 February 2010

Syetan Takut Sama Gunting?

 Sample Image
Katanya, gunting atau peniti yang dibawa oleh ibu hamil, dan gunting yang diletakkan di bawah alas tidur bayi, bisa menjaga seorang ibu dan janinnya atau bayi yang baru lahir dari gangguan syetan. Menurut mereka yang mempercayai hal itu, katanya; karena syetan takut kepada gunting, peniti, atau benda-benda tajam. Realita sebagian masyarakat, biasanya ibu muda yang baru hamil atau yang sedang menyusui anak dianjurkan oleh orang-orang tua untuk membawa gunting ketika keluar rumah atau ketika buang hajat. 
 

Kepercayaan seperti itu telah menjadi tradisi turun temurun di sebagian masyarakat kita. Baik di pedesaan maupun di perkotaan. Bahkan di beberapa tempat, hal itu masih lazim terjadi sampai saat ini.

Lalu timbul pertanyaan. Mengapa harus gunting? Bisakah posisinya digantikan oleh benda tajam lainnya seperti pisau, golok, clurit atau bahkan senjata api?

Diantara mereka ada yang mengatakan, bahwa karena gunting mudah dibawa, digembol (dimasukkan) ke dalam baju. Sedang pedang atau clurit itu kebesaran.

Bagi kalangan muslim, kepercayaan seperti itu tentu tidak benar. Apalagi, bila kepercayaan itu bersumber atas dasar “Katanya”.

Dalam pandangan syari’at Islam, sekali lagi, ini masuk ke dalam permasalahan syirik. Karena telah meyakini suatu benda bisa mendatangkan manfaat atau madharat dalam hal apa-apa yang hanya bisa dilakukan oleh Allah.

Sementara bila alasannya adalah untuk melestarikan apa yang telah diajarkan para pendahulu kita, maka sebagai muslim, parameter yang harus dipakai adalah kitab Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Artinya, bila sesuatu itu dibenarkan oleh keduanya, maka kita ikuti. Bila tidak, harus ditinggalkan. Apalagi sampai ke tingkat kemusyrikan.

Selain itu, membawa gunting atau peniti bagi ibu hamil atau ibu yang sedang menyusui justru bisa berbahaya bagi sang ibu, atau bagi sang bayi itu sendiri. Alih-alih mau selamat, bisa-bisa justru sebaliknya. Sebab, seorang ibu hamil tentu mengalami kepayahan, demikian juga ibu yang menyususi. Dalam kondisi itu sangat berbahaya kalau tiba-tiba gunting yang dibawanya justru melukai dirinya sendiri. Demikian juga peniti yang ia bawa. Akhirnya, secara duniawi celaka, secara agama bisa terjebak ke dalam kemusyrikan.

Maka tetap waspadalah dengan segala susuatu yang sumbernya hanya “katanya”. Kalau memang perlu membawa gunting untuk dipakai kebutuhan tertentu, sah-sah saja. Tetapi jangan sampai ada keyakinan kemusyrikan dibaliknya. Justru, syetan semakin senang melihat manusia yang menggantungkan keselamtannya kepada gunting, dan ia bukannya malah takut kepada gunting itu.

Tegakah seorang ibu menodai diri sendiri dan belahan hatinya, yang masih di perut maupun yang sudah lahir dengan amal-amal yang musyrik? Rasulullah pernah mengingatkan, “Barangsiapa menggantungkan keselamatanya kepada sesuatu, maka Allah akan menyerahkan dirinya kepada apa yang ia bergantung kepadanya itu.”

Waspadalah …

Comments
Add New Search RSS
ibnu kaab  - Benarkah musyrik?     |125.166.227.xxx |2011-03-17 15:28:22
bismillah...
mengenai penyematan "syirik" dalam tradisi ini saya kira
terlalu terburu-buru (atau jangan2 latah mengucap syirik. karena tidak bisa kita
menyatakan syirik kalau ternyata dia tetap meyakini yang menyelamatkan hanya
Allah SWT, dan gunting sejenisnya hanya sarana Ikhtiyarnya disamping tawakkkal
kepada Allah. Logikanya, ketika kita pergi ke hutan semisal, kita harus bawa
parang untuk menghindari hewan buas, disamping tentu tawakkal paa Allah, dan itu
bukannya kita menyekutukan Allah. jadi hati-hatilah menyematkan "syirik dan
sejenisnya" jika kita belum memastikan itu syirik. Soal setan takut atau
tidak pada gunting, saya kira itu tidak usah kita permasalahkan.. Ihdinash
Shirotol Mustaqim, Allahu Al jazil ilaa Alaqwam Assabil...
wanda  - jgn dibikin abu2   |125.208.171.xxx |2011-10-05 09:39:43
Assalamu'alaikum wr wb..

Mohon maaf, saya tdk setuju dg pernyataan bpk ibnu
kaab. Hal tsb sdh jelas syirik dan perumpamaan masuk ke hutan tidaklah tepat.
Ikhtiar cukup dengan memperbanyak dzikir, doa & sholat bukan diserahkan pada
"jimat2" tsb... Mamah Dedeh pun berpendapat demikian.
Mohon maaf jika
penyampaian sy kurang bisa diterima. Masalah akidah jangan dibikin abu2...

Wassalam
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Tuesday, 02 February 2010 )
 
< Prev   Next >