|
Written by Ust. Ahmad Sadzali, Lc
|
|
Wednesday, 13 April 2011 |
|
Apakah Peruqyah Punya Ilmu Tertentu? Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saya punya pengalaman sewaktu mengikuti ruqyah dan itu adalah pengalaman pertama bagi saya, acara dimulai dengan seminar mengimani yang ghaib sesuai syari’at, dilanjutkan dengan sessi tanya jawab dan terapi ruqyah. Semua peserta ruqyah disuruh berwudlu kemudian dalam keadaan berbaring peserta dianjurkan mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an dan doa dari hadits dari ustadz pembimbing. Belum lama ustadz membaca ayat al-Qur’an ada peserta yang menjerit. Saya sendiri merasa ada keanehan seperti ada serombongan semut berjalan terutama ditangan, kaki dan ubun-ubun kepala saya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah: 1. Apakah yang saya rasakan itu merupakan proses keluarnya jin dari tubuh saya? 2. Apakah ayat yang dibaca saat ruqyah itu pernah dibaca pada saat Rosululloh meruqyah para sahabat? 3. Dan yang juga menjadi ganjalan hati saya, ayat-ayat itu tidak asing bagi peserta, sering dibaca waktu shalat atau tadarrus tetapi tidak timbul reaksi seperti saat diruqyah. Apakah ustadz pembimbing mempunyai ilmu tertentu di samping bacaan ayat al-Qur’an? Moch. Yusuf Umar, Jakarta
|
|
Last Updated ( Wednesday, 13 April 2011 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Tuesday, 05 April 2011 |
|
Berdilaog dengan Jin Saat Meruqyah Dialognya lbnu Taimiyyah dengan jin kasmaran dalam tubuh seorang laki-laki lbnul Qayyim bercerita: “Suatu saat Syekh lbnu Taimiyah membaca ayat 115 dari surat al-Mukminun di telinga orang yang kesurupan, ruh jahat (jin) di dalam tubuhnya menjerit kesakitan seraya berkata: ‘Ya’. Lalu beliau mengambil tongkat dan memukuli urat lehernya hingga tangannya letih kecapekan. Para hadirin yang menyaksikan peristiwa tersebut yakin, bahwa orang tersebut akan mati akibat pukulan tongkat yang bertubi-tubi. Jin yang di dalam tubuh orang tersebut berkata: ‘Saya mencintainya’. lbnu Taimiyah membantah: ‘Dia tidak mencintaimu’.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 05 April 2011 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Tuesday, 29 March 2011 |
|
4 Cara Dialog Manusia Dengan Jin Banyak buku-buku atau kaset-kaset yang judul covernya tentang “Dialog dengan Jin”. Di antaranya; Dialog dengan Jin Muslim oleh Muhammad lsa Daud, Dialog dengan Jin Kafir oleh Muhammad ash-Shayim. Atau kaset yang judulnya “Dialog dengan raja jin”. Sebagaimana juga kita sering mendengar cerita seorang kyai, ustadz atau tokoh agama, serta orang yang mengaku sebagai ahli spiritual mampu berkomunikasi dengan jin. Bahkan di antara mereka ada yang mengaku berkoalisi dengan jin dan ada juga yang mengaku punya piaraan jin. Yang jadi pertanyaan adalah, “Bagaimana cara mereka bisa berkomunikasi dengan jin atau menjadikannya sebagai patner, dan bolehkah kita percaya pada omongan jin???”.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 29 March 2011 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Monday, 21 March 2011 |
|
Mungkinkah Kita Berdialog dengan Jin? Seorang shahabat yang bernama Ibnu Mas’ud berkata: “Pada suatu malam, kami bersama Rasulullah SAW. Tiba-tiba kami kehilangan beliau, kami berusaha mencarinya di lembah-lembah dan lorong-lorong. Kami sempat beranggapan bahwa beliau telah diculik atau disembunyikan. Dan malam itu kami lalui dengan kegelisahan. Tapi ketika pagi tiba, Rasulullah SAW datang dari arah Gua Hira’. Kami pun bertanya: ‘Kami semalam kehilangan engkau dan kami mencari-cari, tapi tidak menemukanmu sehingga kami melalui malam dengan kegelisahan’. Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepadaku juru da’wah jin, maka aku pergi bersamanya lalu aku bacakan al-Qur’an kepada mereka’. Ibnu Mas'ud berkata: ‘Kami bersama Rasulullah SAW pun pergi menelusuri jejak, beliau menunjukkan kepada kami jejak mereka dan juga puing-puing api obor mereka ...’.” (HR. Muslim).
|
|
Read more...
|
|
Written by Ust. Achmad Junaedi, Lc
|
|
Friday, 18 March 2011 |
|
Wirid dengan Jumlah Tertentu Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya seorang muslimah ingin bertanya kepada Ustadz. Saya mempunyai teman yang mempelajari ilmu tertentu (kurang tahu pasti nama ilmunya). Sebelum mempelajari ilmu tersebut ia diharuskan menyembelih ayam di rumah gurunya. Setelah itu ia disuruh mengamalkan bacaan/wiridan tertentu dengan jumlah tertentu pula. Kemudian bila sang murid bermimpi sesuatu maka ia harus konsultasi dengan gurunya. Lalu sang guru akan menafsirkan mimpinya. Yang ingin saya tanyakan adalah: 1. Apakah ilmu tersebut sesuai syariat lslam atau bid’ah? 2. Apakah ada dalilnya dalam lslam, larangan mengamalkan wiridan dengan jumlah tertentu? Lalu bagaimana dengan jumlah wiridan dalam al-ma’tsurat? 3. Apakah ada kemungkinan hal tersebut berhubungan dengan alam ghaib (jin)? 4. Bila sudah terlanjur dan bertaubat, bagaimana cara menyadarkan orang tersebut? Apa perlu diruqyah? Mohon jawabannya ya ustadz, karena saya ragu dengan yang dipelajari oleh teman saya. Terimakasih atas jawaban dan solusinya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Hamba Allah, Pati
|
|
Last Updated ( Friday, 18 March 2011 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Budi Ashari, Lc
|
|
Wednesday, 09 March 2011 |
Memimpin dengan Cinta dan Doa Karena pemimpin punya wewenang. Karena pemimpin yang bisa mebahagiakan sekian banyak umat atau bahkan membuat mereka sengsara. Karena pemimpin adalah teladan, jika buruk maka buruklah muka umat ini. Dan jika baik, maka baiklah umat ini. Karenanya, Nabi SAW memberikan batasan yang mudah diingat tentang pemimpin yang baik dan buruk, “Sebaik-baik pemimpin adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan mereka. Dan seburuk-buruk pemimpin adalah mereka membenci kalian dan kalian membenci mereka, mereka melaknat kalian dan kalian melaknat mereka.” (HR. Muslim)
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 March 2011 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Wednesday, 02 March 2011 |
|
Menggapai Cinta Ilahi Begitu riskannya bara api cinta dimainkan oleh syetan. Bagaikan bensin, syetan akan segera menyulut bara api menjadi kobaran dan jilatan api yang membumbung tinggi. Tanpa arahan hembusan angin yang tepat dan takaran besaran angin yang terukur, asap tebal buah kobaran api itu, tak akan mungkin bisa menerbangkan balon-balon hasrat cinta dan amalnya hingga ke ujung langit. Bahkan jika kita tak bisa mengarahkannya, kobaran api syetan itu justru akan menjadi malapetaka, membakar segala sesuatu yang berada disekitarnya. Maka, tinggal seberapa kuat kemampuan kita tidak terseret api asmara syetan hingga berakibat terbakar diri di api neraka.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 02 March 2011 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Ghoib Ruqyah Syar'iyyah
|
|
Wednesday, 23 February 2011 |
Menikahkan Orang Lain, Halangi Jodoh Anak-Anak? Katanya, bila seseorang belum pernah menikahkan anak-anaknya, maka dia tidak boleh menggelar hajatan pernikahan orang lain di rumahnya. Pantangan ini tidak boleh dilanggar, bila tidak ingin terkena bala’. Anak-anaknya akan jauh dari jodohnya, alias menjadi perawan atau perjaka tua.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 02 March 2011 )
|
|
Read more...
|
| You are not authorised to view this resource. You need to login. | You are not authorised to view this resource. You need to login. | You are not authorised to view this resource. You need to login. | You are not authorised to view this resource. You need to login. |
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 25 - 32 of 220 |