Menu Content/Inhalt
Custom Search
Blok Artikel arrow Titian arrow Daya Ajaib Keyakinan
125x125 Banner Square JagoanStore

Polling

Apakah Anda Mengalami Gangguan ini ?
 

Newsflash

ShoutMix chat widget
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday94
mod_vvisit_counterYesterday595
mod_vvisit_counterThis week1895
mod_vvisit_counterThis month4570
mod_vvisit_counterAll days234876
Members: 4104
News: 255
Web Links: 0
We have 23 guests online

Konseling

Pertanyaan
Jawaban

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

Daya Ajaib Keyakinan PDF Print E-mail
Written by Budi Ashari Lc   
Wednesday, 09 December 2009

Daya Ajaib Keyakinan

PERANG sedang berkecamughoibruqyah.com Daya Ajaib Keyakinank. Debu-debu diterbangkan oleh kaki-kaki kuda dan pasukan. Dentingan tombak beradu. Kilatan pedang. Panah berlesatan. Seseorang mendekati Rasulullah dan menyatakan diri ingin masuk Islam. Dia bertanya kepada Nabi apa yang akan dia dapat jika dia mati di medan jihad itu. Nabi menjawab: surga. Sang pemuda mengatakan ingin mati dengan tombak tertancap di kerongkongannya. Sejurus kemudian dia berlari menerobos barisan musuh menebaskan pedang ke kanan dan ke kiri. Dan akhirnya syahid dengan tombak tertancap di kerongkongannya. 

Ini seperti kisah dari negeri antah berantah. Tentang sebuah keyakinan, keimanan yang mampu membuat orang melakukan hal yang paling mustahil sekalipun. Mengorbankan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Demi sebuah janji Allah tentang hal yang ghoib, surga.

Padahal ini bukan kisah dari negeri dongeng. Ada Rasulullah SAW, teladan terbaik. Ada shahabat generasi terbaik. Ada jihad, cara memperoleh kematian yang terbaik. Sebagaimana dalam keyakinan Islam.

Ini bukan soal siapa mendukung siapa. Bukan teroris atau tidak teroris. Tetapi ini soal keyakinan yang mempunyai daya ajaib. Keimanan yang menggerakkan seluruh anggota tubuh untuk menjemput kematian dengan perasaan yang amat 'sederhana'.

Kematian. Kata yang begitu menakutkan siapapun yang menikmati hidup ini. Mati artinya pupus. Mati artinyaterhenti. Mati artinya kalah. Tetapi bagi orang beriman mati artinya hidup. Mati artinya kemenangan.

Keyakinan. Itulah yang mampu merubah kematian menjadi sesuatu yang sangat sederhana bahkan indah. Ini karena keyakinan yang menghunjam dalam ke dasar hati. Keyakinan yang tidak ada keraguan sebesar jarum pun terhadap janji Allah SWT akan kenikmatan surga. Mereka yang mampu 'mengindera' dengan iman mereka, surga Allah SWT.

Begitulah iman kepada yang ghoib mampu berbuat banyak. Melakukan sesuatu yang mustahil sekalipun.

Di dunia ini, keimanan kepada yang ghoib mampu meringankan beban seberat apapun, semenakutkan bagaimanapun seperti kematian. Sesulit apapun keadaan hari ini, sesempit apapun himpitan zaman, bagi orang beriman terasa ringan. Karena mereka mempunyai tema yang lebih besar dan luas, akhirat. Karena mereka mempunyai jaminan yang diyakini, yaitu tentang rizki yang tidak mungkin tertukar.

Kita sering terhantui oleh kematian. Kolesterol tinggi sudah panik luar biasa. Orang tidak mau disebut tua. Rambut memutih membuat tidur menjadi tidak tenang. Karena kita masih terus berpikir kapan kita mengakhiri kenikmatan hidup di dunia ini. Kita belum beranjak kepada tema bagaimana kita kelak mengakhiri hidup ini.

Menjemput usia tua tidaklah mudah. tetapi bagi mereka yang beriman, usia tua hanya proses perjalanan hidup yang akan dilalui siapapun yang berusia panjang. Tidak penting, tetapi yang terpenting adalah apakah usia semakin tua, kebaikan semakin banyak.

Inilah yang membuat hidup menjadi tenang. Tidak stress oleh drama kehidupan yang terkadang memojokkan kita pada rasa takut yang luar biasa.

 

Budi Ashari Lc

Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 10 December 2009 )
 
< Prev   Next >