Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- Saya Gagal Dakwah dengan Cara Perdukunan
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Wiridan Dua Juta Kali?
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
| Malam |
|
|
|
| Written by Budi Ashari Lc | ||||||||
| Monday, 09 August 2004 | ||||||||
|
Malam
KATA MALAM yang merupakan lawan dari siang menyimpan kekuatan dan misteri yang tidak dimiliki oleh siang. Kalau siang adalah gambaran tentang sesuatu yang nyata, jelas, terang, terbuka, perjuangan. Maka malam menyimpan sesuatu yang lain.
Malam hanyalah sepenggal waktu.Seperti siang. Tetapi nuansanya berbeda. Ketika kata malam disebut, tergambar sebuah ketertutupan, misteri, rahasia, istirahat.
Allah SWT bersumpah dalam al-Qur'an dengan menggunakan dua paruh waktu tersebut. "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) dan siang apabila terang benderang." (QS. Al-Lail: 1- 2). Dalam al-Qur'an sendiri yang ada hanya surat al-Lail (malam) dan tidak ada surat an-Nahar (siang).
Malam ibarat sebuah uang logam dengan dua sisi yang berbeda. Dari susunan kata yang sering kita dengar tentang malam, sudah dapat kita tangkap sisi yang berbeda itu. Simaklah berikut ini: dunia malam, kupu-kupu malam. Dan bandingkan dengan: keheningan malam, renungan malam.
Kekuatan memang bukan hanya milik siang dengan matahari yang terik menyinari bumi. Malam pun menyimpan kekuatan yang sangat dahsyat dengan terang purnama, gemerlap bintang gemintang, atau saat pekat gulitanya. Pertarungan dua kekuatan besar justru lebih terasa saat malam.
Dalam dunia perdukunan, suasana malam adalah waktu yang digunakan untuk melakukan ritual mereka. Berendam di puncak yang dingin sekalipun dilakukan di malam hari. Tulang terasa ditusuk-tusuk dinginnya air pegunungan, tetapi mereka rela karena memang harus pada waktu malam. Malam bulan purnama, malam Jumat Legi, jumat Kliwon, malam Rabu Legi, malam Kamis Pon. Harinya bisa beda-beda sesuai keinginan masing-masing tetapi tetap sama yaitu malam. Lambang-lambang para pemuja syetan pun banyak yang bernuansa malam. Gelap, hitam, seram.
Hal ini ada relevansinya dengan sabda Nabi Muhammad SAW, "jika matahari telah tenggelam, tahanlah anak-anak kalian. Karena itu adalah saat syetan berkeliaran." Dari sini kita tahu, mengapa syetan manusia memilih malam untuk ritual mereka. Karena akan ada perjumpaan kekuatan dua syetan, syetan jin dan syetan manusia.
Malam seharusnya jangan hanya dimiliki oleh para syetan. Karena dalam al-Qur'an, disebutkan bahwa ternyata malam adalah kekuatan milik orang beriman. Kekuatan yang dimiliki malam lebih dahsyat. "Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan." (QS. al-Muzammil: 6).
Dalam hadits pun dinyatakan bahwa saat sepertiga malam adalah detik-detik mahal untuk munajat dan permohonan. Sultan Muhammad al-Fatih mengimami shalat malam menjelang penyerbuan pagi ke benteng Konstantinopel. Sungguh, ibarat kumpulan bahan peledak berkekuatan tinggi yang ketika diledakkan di siang hari tak akan mungkin tertandingi.
Itulah mengapa syetan berupaya memadamkan malam orang beriman dengan berbagai cara. Agar mereka dan para dukun saja yang mengumpulkan kekuatan malam. Dan saat siang menjelang, pertarungan akan dimenangkan oleh mereka yang mempunyai persiapan kekuatan lebih besar.
Para ulama salafus shaleh menjadikan malam sebagai bekal untuk kekuatan mendobrak kehidupan siang. "Siapa yang panjang shalat di malam hari, akan bercahaya wajahnya di siang hari," begitu ungkapan salah seorang ulama. Dan kala siang telah berakhir dan kembali beranjak gelap, perjuangan yang bertumpu pada kekuatan manusia, disandarkan pada kekuatan Allah SWT agar 'menyerap' kekuata-Nya. Pada waktu malam.
Budi Ashari Lc
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||
| Last Updated ( Sunday, 18 October 2009 ) | ||||||||
| < Prev | Next > |
|---|


















