Menu Content/Inhalt
Custom Search
Blok Artikel arrow Titian arrow Nasehat Umar kepada Saad
125x125 Banner Square JagoanStore

Polling

Apakah Anda Mengalami Gangguan ini ?
 

Newsflash

ShoutMix chat widget
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday99
mod_vvisit_counterYesterday595
mod_vvisit_counterThis week1900
mod_vvisit_counterThis month4575
mod_vvisit_counterAll days234880
Members: 4104
News: 255
Web Links: 0
We have 20 guests online

Konseling

Pertanyaan
Jawaban

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

Nasehat Umar kepada Saad PDF Print E-mail
Written by Budi Ashari Lc   
Thursday, 16 July 2009

 

Nasehat Umar kepada Saad

Nasehat adalah bagian dari kebiasaan orang-orang beriman. Mereka membangun kebersamaan di atas saling menasehati. Menasehati dalam kebenaran. Menasehati dalam kesabaran. Menasehati dalam rasa kasih sayang.

 

Menasehati dalam kebenaran agar selalu kokoh dalam kebenaran. Karena kebersamaan ini bisa langgeng dengan kebenaran yang masih dipertahankan. Menasehati dalam kesabaran, karena perjuangan ini perlu kesabaran dari awal hingga akhir. Berbagai rintangan dan masalah akan mendera. Batu sandungan bagian dari yang terelakkan. Menasehati dalam rasa kasih sayang, karena semua ini perlu balutan kasih sayang dalam makna yang benar dengan semangat Ukhuwwah Islamiyah.

Menasehati dengan kasih sayang dan tetap mempertahankan nilai persaudaraan. Tidak ada yang bergeser walau nasehat terkadang disampaikan dengan bahasa yang terdengar kurang nyaman. Penasehat harus menjaga hatinya. Tidak boleh bergeser barang serambutpun dari semangat cinta karena Allah SWT.

Ini kisah yang terhitung paling ekstrim untuk sebuah nasehat kepada saudara seperjuangan tanpa menggeser kebersamaan dan persaudaraan.

Suatu saat Umar, mendengar berita dari masyarakat bahwa Saad bin Abi Waqqash membangun istana. Umar di Madinah. Saad di Kufah. Masyarakat ramai menyampaikan bahwa Saad membangun istana di  Kufah dan menutup pintu dari orang-orang yang memerlukannya sebagai seorang pejabat publik.

Umar sebagai khalifah bertanggungjawab terhadap tindak tanduk gubernurnya. Berita telah didengar. Umar memanggil Muhammad bin Maslamah, sahabat mulia yang menjadi salah satu pendamping Umar untuk menjalankan roda pemerintahan. “Berangkatlah ke Kufah. Datangi istananya kemudian bakarlah pintunya !” perintah Umar.

Muhammad bin Maslamah berangkat. Sesampainya di Kufah, dia membeli kayu bakar dan kayu itu dipanggul hingga depan istana Saad. Kemudian api di sulut pintupun terbakar.

Saad yang diberitahu tentang pembakaran pintu istananya. Saad langsung memahami sehingga ia berkata, “Itu orang utusan yang diutus untuk melakukan ini.”

Saad memerintahkan agar melihat siapa yang membakar. Ternyata Muhammad bin Maslamah, saudara seperjuangannya saat masih bersama Rasulullah SAW. Saad mempersilahkan masuk. Muhammad bin Maslamah menolak. Saad memberinya bekal untuk pulang ke Madinah, dia juga menolak. Muhammad bin Maslamah menyerahkan surat Umar yang membunyikan nasehat dari seorang saudara yang menginginkan kebaikan untuk saudaranya seiman.

Muhammad bin Maslamah pulang ke Madinah. Melaporkan tugasnya kepada Umar sekaligus menyampaikan sumpah Saad bahwa tuduhan masyarakat bahwa dirinya menutup diri dari mereka tidaklah benar.

Umar segera menjawab, “Dia benar, lebih benar dibandingkan orang-orang yang menceritakan tentang keburukan dirinya.”

Inilah ukhuwah tingkat tinggi. Nasehat dengan cara membakar dan surat yang cukup keras menohok, tidak merubah sama sekali sikap keduanya. Tetap saudara karena Allah SWT.

 

Budi Ashari Lc

Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Sunday, 18 October 2009 )
 
< Prev