Popular
- Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?
- Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul
- Ajian Pemanggil Roh
- Pertolongan Pertama Pada Kesurupan Jin
- Antara Ilmu Hitam dan Ilmu Putih
- 12 Tahun Aku ‘Disiksa’ Jin Calon Mertua
- Jimat “Pelet” Penyambung Putus Cinta
- Mengunci Lapangan Bola dengan Pagar Ghaib
- Terapi Ruqyah dan Kedokteran Modern
- PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW
- Saya Gagal Dakwah dengan Cara Perdukunan
- Rambu-rambu Ikhtiar dalam Islam
- Wiridan Dua Juta Kali?
- SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA
- Uang Sering Hilang Dicuri Tuyul
| Pelajaran Terakhir Sekolah |
|
|
|
| Written by Budi Ashari, Lc | ||||||||
| Thursday, 06 May 2010 | ||||||||
|
Pelajaran Terakhir Sekolah Sebuah pesan pendek singgah. Tak tahu dari siapa. Yang jelas dari seorang guru. Karena bertanya soal permasalahan yang dihadapinya. Tentang pendidikan. Pendidikan negeri ini yang menyedihkan. Guru yang malang itu bertanya tentang keharusan membocorkan jawaban soal-soal ujian nasional. Karena keharusan itu berasal dari kebijakan sekolah tempatnya mengajar. Sementara hati kecilnya menolak. Karena jelas ini dusta masal. Dan bukan perbuatan guru yang bisa digugu dan ditiru.Kalau hanya berita seperti itu, biasa saja. Hitunglah satu kasus dari sekian banyak kasus yang ada, sangat kecil. Tetapi ternyata ini adalah perwakilan kasus yang banyak terjadi di tempat lain. Tempat mulia tempat diajarkannya ilmu dan kebaikan itu keruh. Sekolah khawatir tentang pencitraannya. Sekolah khawatir kalau dibubarkan karena sekian persen siswanya tidak lulus ujian nasional. Akhirnya akan terdapat sekian guru kehilangan pekerjaannya. Sangat pendek visi yang dimilikinya. Tak cukup sampai disitu, pungli pun terjadi. Setelah membocorkan kunci jawaban, terkadang guru menengadahkan tangan menerima recehan siswa. Pengajar ilmu dan kebaikan pun telah keruh.
Pihak berwenang bungkam. Diam. Tidak tahu, mungkin. Tapi rasanya tidak mungkin tidak tahu. Walau telah menurunkan para pengawas. Bahkan pengawas independen. Tetapi berita seperti ini telah menjadi hal yang biasa. Departemen Pendidikan semestinya bukan hanya bisa membuat soal di balik meja. Tapi juga segera menyikapi para guru dan anak didik jujur yang tertekan di negeri ini. Jangan-jangan mereka juga telah keruh. Ujian Nasional adalah pelajaran terakhir untuk anak didik di negeri ini. Setelah sekian lama mereka menerima pelajaran dari para guru dan kebersamaan. Pesan terakhir untuk mereka sebelum meninggalkan sekolah dan para guru serta teman. Para generasi itulah yang akan menopang negeri besar ini. Dan inilah pelajaran terakhir bagi mereka. Pelajaran : Dusta dan kebohongan masal. Pelajaran : Pengkhianatan. Pelajaran : Berpikir pragmatis tanpa visi dan misi. Pelajaran : Korbankan kebaikan dan kejujuran. Pelajaran : Korbankan dan singkirkan orang baik dan jujur. Pelajaran : Kura-kura dalam perahu. Negeri ini akan dipimpin oleh orang yang sekarang sedang belajar beberapa pelajaran terakhir di atas.
Budi Ashari
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||
| Last Updated ( Thursday, 06 May 2010 ) | ||||||||
| < Prev | Next > |
|---|


















